Posted in

Siswa Difabel di Bandung Putus Sekolah, Diduga Alami Bullying

Seorang siswa difabel di Bandung dikabarkan putus sekolah akibat dugaan bullying di lingkungan SMP, Kasus ini terungkap setelah Wali Kota Bandung.

Putus Sekolah, Diduga Alami Bullying

Dinas Pendidikan Kota Bandung memastikan anak tetap mendapat perhatian, melalui asesmen psikologis dan dukungan orang tua. Sekolah juga berupaya memfasilitasi pendidikan lanjutan, baik di SMP, SLB, maupun program kesetaraan, guna menjamin hak pendidikan dan kesejahteraan siswa difabel.

Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang ada di bandung hanya ada di Info Kejadian Bandung.

Siswa Difabel di Bandung Alami Dugaan Perundungan

Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan Kota Bandung. Seorang siswa SMP disabilitas dikabarkan menjadi korban perundungan (bullying) hingga membuatnya putus sekolah sementara. Kasus ini menjadi sorotan publik setelah Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, membagikan informasi tersebut melalui akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, Farhan menceritakan pengalamannya berbincang dengan seorang anak difabel yang mengalami keterlambatan bicara (speech delay) didampingi orang tua saat melakukan agenda siskamling. Ia menegaskan, setiap anak berhak merasa aman di sekolah, dan tidak ada ruang bagi tindakan bullying.

“Setiap anak berhak merasa aman di sekolah. Tak ada ruang untuk bullying, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya semaksimal mungkin,” tulis Farhan dalam keterangan unggahannya, yang kemudian menjadi perhatian publik dan media lokal.

Tanggapan Dinas Pendidikan Kota Bandung

Menanggapi kabar ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung buka suara. Kadisdik Kota Bandung, Asep Gufron, menyampaikan bahwa kejadian tersebut terjadi beberapa bulan lalu, dan pihak sekolah telah memantau kondisi siswa sejak awal.

Sekolah bahkan sudah memberikan rekomendasi kepada orang tua agar anak tersebut pindah ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang lebih sesuai dengan kebutuhannya. “Anak itu sudah diasesmen oleh tim psikologi sekolah maupun dinas. Hasil pemeriksaan psikologis menyarankan agar anak ini disekolahkan di sekolah berkebutuhan khusus,” jelas Asep.

Selain itu, Asep menyebut bahwa dua kakak dari siswa tersebut telah bersekolah di SLB, sementara anak ini memilih SMP umum. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi pihak sekolah dan orang tua dalam menentukan langkah selanjutnya untuk pendidikan anak.

Baca Juga: Guru SMP di Cianjur Rampok Lansia, Korban Disiksa Hingga Luka Parah

Kemungkinan Kesalahpahaman di Kalangan Siswa

Kemungkinan Kesalahpahaman di Kalangan Siswa

Menurut laporan Disdik, ada dugaan bahwa tindakan bullying yang dialami siswa tersebut muncul akibat kesalahpahaman. Teman-teman sekelas diduga hanya bercanda, namun anak dengan keterlambatan bicara tersebut merasa tersinggung.

“Bicaranya kan terbata-bata, ya bisa saja anak-anak lain bercanda, lalu dia tersinggung. Tapi kami pastikan anak ini terus diasesmen untuk menjamin hak pendidikannya tetap terlayani,” tegas Asep.

Sekolah dan Dinas Pendidikan menekankan bahwa pihaknya tetap mengawasi interaksi antar siswa untuk mencegah kejadian serupa, sekaligus memberikan edukasi mengenai toleransi dan penghargaan terhadap siswa berkebutuhan khusus.

Upaya Sekolah dan Orang Tua Menjamin Pendidikan

Pihak sekolah terus menjalin komunikasi intensif dengan orang tua siswa. Tujuannya adalah membujuk agar anak tersebut mau kembali melanjutkan pendidikan, baik di SMP, SLB, maupun melalui program paket kesetaraan.

Sekolah menekankan bahwa pendidikan anak disabilitas harus berjalan sesuai haknya, tanpa terhambat oleh rasa takut atau pengalaman negatif sebelumnya. Dukungan psikologis dan asesmen berkala menjadi bagian dari upaya memastikan anak tetap mendapat layanan pendidikan yang layak.

“Saat ini sekolah terus membujuk anak itu agar mau kembali belajar, atau kami fasilitasi untuk masuk ke sekolah berkebutuhan khusus,” pungkas Asep Gufron, menegaskan komitmen Disdik Bandung dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak.

Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari detik.com