Kota Bandung mencatat deflasi 0,09 persen pada Januari 2026, didorong oleh harga pangan yang terkendali, Kepala BPS Kota Bandung, Farhan.
Pasokan komoditas pokok seperti beras, sayuran, dan daging ayam cukup sehingga daya beli masyarakat tetap stabil. Pemerintah kota aktif mengawasi pasar dan koordinasi dengan pedagang untuk menjaga kestabilan harga.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang ada di bandung hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Kota Bandung Alami Deflasi 0,09% di Awal 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Bandung mengalami deflasi 0,09 persen pada Januari 2026. Data ini menunjukkan adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dipengaruhi oleh sejumlah komoditas, terutama harga pangan yang relatif terkendali.
Kepala BPS Kota Bandung, Farhan, menjelaskan deflasi ini merupakan hasil dari pengendalian harga pangan strategis, di antaranya beras, sayuran, dan daging ayam. Kondisi ini dinilai positif karena dapat menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Selain itu, deflasi ini menjadi indikator bahwa inflasi di Kota Bandung dapat dikelola dengan baik. Pemerintah daerah bersama pelaku usaha dan masyarakat diimbau tetap menjaga kestabilan harga agar deflasi tidak berlarut dan berdampak negatif terhadap ekonomi lokal.
Harga Pangan Stabil, Inflasi Bandung Tetap Terkendali
Farhan menegaskan bahwa kendali harga pangan menjadi faktor utama terjadinya deflasi awal tahun ini. Pasokan komoditas pokok di pasar tradisional maupun modern cukup, sehingga harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
Menurutnya, sayuran seperti wortel, cabai, dan tomat menunjukkan tren harga stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan Desember 2025. Hal ini membantu menjaga daya beli masyarakat terutama di awal tahun.
Selain pangan, beberapa komoditas jasa dan transportasi juga relatif stabil. “Kami lihat dari data IHK, kelompok makanan jadi, minuman, dan jasa transportasi mengalami perubahan harga yang minimal, sehingga dampak inflasi dapat ditekan,” kata Farhan.
Baca Juga: Keluarga Lansia Tewas Dipukul di Bandung Minta Pelaku Dihukum Berat
Peran Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Harga
Pemerintah Kota Bandung berperan aktif menjaga stabilitas harga melalui pengawasan pasar dan koordinasi dengan distributor serta pedagang. Langkah ini dilakukan untuk mencegah gejolak harga yang dapat menimbulkan inflasi tinggi.
Farhan menambahkan, pengendalian harga pangan juga melibatkan kerjasama lintas OPD, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan. Langkah ini memastikan pasokan kebutuhan pokok selalu tersedia dan harga tetap wajar.
Selain pengawasan, pemerintah juga memberikan informasi harga kepada masyarakat melalui media daring dan pusat informasi harga pangan. Hal ini membantu warga membuat keputusan pembelian yang tepat serta menghindari panic buying yang berpotensi menaikkan harga.
Proyeksi Inflasi dan Implikasinya bagi Ekonomi Bandung
Dengan deflasi 0,09 persen pada awal 2026, Farhan memproyeksikan inflasi Kota Bandung sepanjang tahun masih dapat dikendalikan di kisaran target nasional. Prediksi ini menunjukkan ekonomi kota tetap sehat dan daya beli masyarakat relatif stabil.
Meski demikian, Farhan mengingatkan bahwa situasi global seperti fluktuasi harga energi atau pangan dunia bisa memengaruhi inflasi lokal. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci menjaga kestabilan harga.
Deflasi ini juga berdampak positif bagi masyarakat karena biaya hidup lebih terkendali. Selain itu, investor dan pelaku usaha melihat kondisi ini sebagai indikasi ekonomi Bandung yang stabil, sehingga berpotensi mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi di kota ini.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari merahputih.com