Posted in

Ribuan Rumah yang Tidak Layak Dihuni di Bandung Akan Direhab Tahun Ini

Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya untuk segera mempercepat rehabilitasi rumah yang tidak layak dihuni.

Ribuan Rumah yang Tidak Layak Dihuni di Bandung Akan Direhab Tahun Ini

Hingga pertengahan tahun 2025, sekitar 690 rumah dari target 1.775 unit sudah selesai direhabilitasi. Program ini menjadi prioritas utama Pemkot Bandung untuk mewujudkan hunian layak bagi warga yang selama ini tinggal di rumah-rumah yang kurang memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

Info Kejadian Bandung akan memberikan ulasan mengenai ribuan rumah yang tidak layak dihuni di Bandung akan segera direhab tahun ini, simak selengkapnya!

Kolaborasi Lintas Pihak Dalam Program Renovasi

Program rehabilitasi Rutilahu di Bandung merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota, serta mitra swasta seperti Yayasan Buddha Tzu Chi. Pada Mei 2025, program renovasi 500 rumah secara simbolis diluncurkan di Jalan Pagarsih, Kota Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program ini.

Kolaborasi ini juga melibatkan pemberian bantuan uang kontrakan sebesar Rp3 juta per keluarga selama masa renovasi agar warga tidak kesulitan mencari tempat tinggal sementara. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat proses renovasi tanpa mengganggu kehidupan sehari-hari warga yang terdampak.

Target dan Harapan Penuntasan Rutilahu di Bandung

Pemkot Bandung menargetkan rehabilitasi rumah tidak layak huni bisa selesai dalam tahun 2025, dengan fokus pada rumah-rumah yang paling membutuhkan perbaikan. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan penuntasan perbaikan Rutilahu dalam tiga tahun ke depan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa perbaikan rumah merupakan salah satu upaya mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem, karena indikator kemiskinan salah satunya adalah kondisi rumah yang tidak layak huni.

Dengan program ini, diharapkan kemiskinan ekstrem di wilayah Bandung dapat ditekan hingga nol persen pada tahun 2026. Hal ini menjadi motivasi kuat bagi pemerintah daerah untuk terus mempercepat dan memperluas cakupan rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Baca Juga: Khawatir Situasi Iran, Farhan Cek Data Warga Bandung Untuk Potensi Evakuasi

Fokus Pada Legalitas dan Perlindungan Hak Masyarakat

Fokus-Pada-Legalitas-dan-Perlindungan-Hak-Masyarakat

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pentingnya legalitas lahan dalam program rehabilitasi rumah agar warga terlindungi dari risiko penggusuran akibat proyek infrastruktur. Rumah yang sudah direnovasi dan bersertifikat harus dijaga agar tidak dijual atau digadaikan secara tidak sah.

Hal ini bertujuan memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga miskin yang menjadi penerima manfaat program. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen memastikan seluruh rumah warga yang direnovasi sudah teraliri listrik dan memiliki akses fasilitas dasar lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup.

Tantangan dan Upaya Percepatan Program

Meskipun program rehabilitasi Rutilahu berjalan, Pemkot Bandung menghadapi tantangan seperti proses administrasi, kesiapan pemilik rumah, dan keterbatasan anggaran. Untuk itu, pemerintah mendorong percepatan penandatanganan kesepakatan dengan pemilik rumah agar renovasi bisa segera dilakukan.

Hingga Juni 2025, sekitar 100 rumah sudah siap direnovasi menunggu tanda tangan pemilik sebagai persyaratan administrasi. Pemkot juga terus mengupayakan sinergi dengan berbagai pihak agar program berjalan lancar dan tepat sasaran. Hal ini yang membuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dampak Positif Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Rehabilitasi rumah tidak layak huni memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga Bandung. Selain meningkatkan kualitas hunian, program ini juga berdampak pada kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan keluarga. Rumah yang layak huni dapat mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat serta memberikan rasa aman dan nyaman.

Lebih jauh, program ini juga berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui lingkungan tempat tinggal yang lebih baik.

Kesimpulan

Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2025 mempercepat program rehabilitasi ribuan rumah tidak layak huni. Langkah ini sebagai bagian dari upaya menurunkan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan target rehabilitasi 1.775 rumah dan dukungan kolaborasi lintas pihak.

Program ini diharapkan dapat selesai tepat waktu dan memberikan hunian layak bagi warga berpenghasilan rendah. Fokus pada legalitas lahan dan perlindungan hak masyarakat menjadi bagian penting agar program berjalan berkelanjutan.

Meskipun menghadapi tantangan, percepatan administrasi dan sinergi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan. Dampak positif dari rehabilitasi rumah ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan warga Bandung secara menyeluruh.

Untuk update terbaru dan informasi lengkap seputar berbagai kejadian di Bandung, seperti bencana alam, kemacetan, dan kegiatan masyarakat, anda bisa kunjungi Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari infobandungkota.com
  2. Gambar Kedua dari prabunews.com