Posted in

Puluhan Rumah di Cianjur Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Bencana angin puting beliung kembali melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, BPBD Cianjur mencatat puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Puluhan-Rumah-di-Cianjur-Rusak-Diterjang-Angin-Puting-Beliung

Peristiwa ini menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi yang kerap melanda wilayah Jawa Barat, terutama saat musim pancaroba dan awal musim hujan.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran Info Kejadian Bandung.

Kronologi Terjadinya Angin Puting Beliung

Menurut keterangan resmi dari Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, bencana terjadi pada Senin hingga Selasa (29–30/9/2025) ketika hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Cianjur. Kondisi cuaca ekstrem itu diperparah dengan angin kencang yang berubah menjadi pusaran angin puting beliung.

Lokasi terparah berada di tiga desa di Kecamatan Warungkondang serta satu desa di Kecamatan Cilaku. Total, ada 34 rumah warga yang terdampak, sebagian besar mengalami kerusakan di bagian atap dan genteng yang tersapu angin. Beberapa rumah bahkan sempat tidak bisa ditinggali hingga dilakukan perbaikan darurat.

Selain permukiman, angin puting beliung juga merusak tiga bangunan madrasah di dua kecamatan. Satu lokasi kolam pancing milik warga turut terdampak, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah bencana ikut terganggu.

“Penyebabnya adalah kombinasi hujan deras dan pusaran angin kencang. Dalam dua hari terakhir, intensitas hujan di Cianjur cukup tinggi sehingga memicu bencana ini,” jelas Asep.

Dampak Kerusakan dan Upaya Perbaikan

BPBD Cianjur langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan kerusakan. Dari hasil sementara, sebagian besar rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kerusakan paling umum terdapat pada bagian atap, plafon, serta dinding rumah yang retak akibat hempasan angin.

Beberapa rumah sudah mulai diperbaiki secara swadaya oleh pemiliknya, dengan bantuan material seadanya. Namun, sebagian lainnya masih menunggu bantuan dari pemerintah daerah karena tingkat kerusakannya cukup parah.

“Mayoritas kerusakan memang pada atap dan genteng. Namun ada juga rumah yang rusak cukup berat sehingga butuh bantuan lebih lanjut,” ujar Asep.

Selain memberikan bantuan logistik darurat, BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa serta relawan setempat untuk membantu proses rehabilitasi. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat sementara waktu ditampung di rumah kerabat atau posko darurat yang disiapkan pemerintah desa.

Baca Juga: TPAS Sarimukti Tutup Setiap Minggu, Pengelolaan Sampah Bandung

Tanggapan Pemerintah Daerah dan BPBD

Tanggapan-Pemerintah-Daerah-dan-BPBD

Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui BPBD menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan asesmen dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Hingga Selasa petang, proses verifikasi data masih berlangsung untuk memastikan jumlah pasti rumah dan bangunan fasilitas umum yang terdampak.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat apabila kebutuhan perbaikan melampaui kemampuan anggaran daerah.

“Kami masih mendata kerusakan rumah dan fasilitas publik. Setelah itu, akan disusun laporan resmi sebagai dasar penyaluran bantuan. Kami berharap masyarakat tetap sabar dan waspada,” tegas Asep.

BMKG Sudah Mengeluarkan Peringatan Dini

BMKG sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Cianjur. Angin puting beliung memang sulit diprediksi, namun biasanya muncul saat kondisi cuaca tidak stabil, terutama pada musim pancaroba.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah rawan bencana. Struktur rumah dengan atap ringan seperti asbes atau genteng lepas pasang sangat rentan terhadap terjangan angin. Oleh karena itu, penguatan konstruksi rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan.

Selain itu, warga diminta untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG serta segera mencari tempat aman apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Kesiapsiagaan masyarakat adalah kunci untuk mengurangi dampak bencana,” ungkap Asep.

Harapan Warga Pasca Bencana

Meskipun didera musibah, semangat gotong royong warga tetap terlihat di lokasi bencana. Mereka saling membantu memperbaiki rumah yang rusak, membersihkan puing, hingga menyalurkan bantuan logistik.

Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan material untuk mempercepat proses perbaikan, sehingga mereka bisa kembali menempati rumah dengan aman.

“Yang penting kami masih selamat semua. Sekarang tinggal bagaimana rumah bisa cepat diperbaiki, apalagi musim hujan belum selesai,” ujar salah seorang warga terdampak di Kecamatan Warungkondang.

Bencana angin puting beliung di Cianjur ini menjadi pengingat bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan bencana perlu terus ditingkatkan. Kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan mampu meminimalisir dampak bencana serupa di masa mendatang.

Simak berita update lainnya tentang Bandung dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpercaya hanya di Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari kompas.com
  2. Gambar Kedua dari antaranews.com