Posted in

Jerami Panen Subang Kini Bisa Jadi Energi, Dedi Mulyadi Memimpin Uji Coba

Pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi terbarukan menjadi perhatian penting di era transisi energi saat ini.

Jerami Panen Subang Kini Bisa Jadi Energi, Dedi Mulyadi Memimpin Uji Coba

Salah satu daerah yang menunjukkan inovasi menarik adalah Subang, Jawa Barat. Di sana, jerami padi yang selama ini dianggap limbah justru berpotensi menjadi bahan bakar energi.

Kegiatan uji coba yang dipimpin oleh tokoh politik sekaligus pegiat lingkungan, Dedi Mulyadi, menunjukkan bagaimana jerami panen bisa dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung ketahanan energi lokal.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bandung.

Potensi Jerami Sebagai Energi

Jerami padi biasanya dianggap sampah setelah panen, namun sebenarnya memiliki kandungan biomassa yang tinggi. Biomassa ini dapat diubah menjadi energi melalui beberapa metode.

Termasuk pembakaran langsung untuk menghasilkan panas, pelet biomass untuk bahan bakar padat, atau proses fermentasi menjadi bioetanol. Di Subang, tim uji coba memanfaatkan jerami untuk menghasilkan energi panas yang dapat digunakan untuk memasak dan pemanas lokal.

Kegiatan ini menjadi solusi ganda mengurangi limbah pertanian yang menumpuk dan memberikan alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil. Dedi Mulyadi menekankan bahwa jerami yang diolah dengan benar bisa menjadi sumber energi yang murah, bersih, dan berkelanjutan.

Uji Coba Dipimpin Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi turun langsung memimpin uji coba di salah satu desa di Subang. Kegiatan ini melibatkan para petani, mahasiswa, dan penggiat lingkungan untuk menguji metode konversi jerami menjadi energi.

Dalam uji coba tersebut, jerami yang dikumpulkan dari panen sawah diolah menjadi pelet biomassa, lalu diuji sebagai bahan bakar di tungku sederhana.

Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa uji coba ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan teknologi energi terbarukan yang berbasis sumber daya lokal.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat agar pemanfaatan jerami sebagai energi bisa berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada petani mengenai nilai tambah dari jerami panen mereka.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Kawal Kasus Ibu Menyusui Jadi Tahanan di Kota Karawang

Teknologi Proses Pengolahan

Teknologi Proses Pengolahan

Proses pengolahan jerami menjadi energi melibatkan beberapa tahapan. Awalnya, jerami dikeringkan untuk mengurangi kadar air, sehingga mudah dipadatkan. Setelah itu, jerami dipotong dan dicetak menjadi briket atau pelet.

Teknologi yang digunakan memastikan bahan bakar memiliki kepadatan dan daya bakar optimal. Beberapa uji coba juga mengembangkan konversi jerami menjadi biofuel melalui proses fermentasi dan pirolisis.

Inovasi ini menunjukkan bahwa jerami, yang sebelumnya tidak bernilai, kini bisa menjadi sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan. Ke depannya, teknologi ini diharapkan bisa diterapkan secara luas di daerah pertanian lain di Indonesia.

Manfaat Bagi Petani dan Lingkungan

Pemanfaatan jerami sebagai energi tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan energi lokal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Petani dapat menjual jerami yang sebelumnya hanya dibakar atau dibuang, sehingga menambah penghasilan mereka.

Harga jual jerami untuk bahan bakar biomassa cenderung stabil dan dapat menjadi alternatif pendapatan tambahan di luar hasil panen padi.

Dari sisi lingkungan, pengolahan jerami mengurangi kebiasaan membakar sisa panen yang selama ini menjadi penyebab polusi udara. Dengan mengubah limbah menjadi energi, kualitas udara di pedesaan Subang bisa membaik.

Selain itu, penggunaan energi biomassa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di INFO KEJADIAN BANDUNG.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com