Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung akhirnya angkat suara terkait dugaan mantan ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diduga menilep uang pajak.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum yang pernah bekerja dalam lingkup pemerintahan kota, sehingga menimbulkan pertanyaan soal pengawasan dan integritas di lingkungan Bapenda.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bandung
Dugaan Penyelewengan Uang Pajak oleh Eks ASN
Bapenda Bandung mengonfirmasi adanya laporan dugaan penyelewengan dana pajak yang melibatkan mantan ASN. Pihak Bapenda menyatakan kasus ini tengah dalam proses audit internal dan kerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan kebenaran serta rincian kasus tersebut. Pengelolaan pajak yang ideal harus berjalan transparan agar tidak merugikan keuangan daerah.
Selain itu, Bapenda menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut dan berkomitmen memberikan dukungan penuh pada investigasi yang dilakukan. Mereka menjelaskan bahwa dugaan penyelewengan terjadi selama yang bersangkutan masih aktif menjabat, sehingga penting bagi lembaga untuk mengusut secara menyeluruh agar bisa memberikan keadilan dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Pihak Bapenda juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan menjaga profesionalisme supaya kejadian serupa tidak terulang. Penyelewengan pajak jelas merugikan pembangunan daerah dan kualitas layanan publik yang bergantung pada pendapatan asli daerah.
Langkah-Langkah Bapenda Dalam Penanganan Kasus
Menanggapi kasus ini, Bapenda Bandung telah membentuk tim khusus audit untuk meninjau ulang seluruh laporan keuangan yang melibatkan yang bersangkutan. Audit ini diharapkan tidak hanya mengungkap fakta terkait kasus, tetapi juga menemukan celah dalam sistem pengawasan agar bisa diperbaiki.
Bapenda juga memfasilitasi koordinasi dengan Inspektorat Kota Bandung dan Kejaksaan Negeri untuk memastikan proses hukum dapat berjalan secara adil dan transparan. Diharapkan dengan kolaborasi ini, proses penanganan kasus dapat dipercepat dan hasilnya dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak.
Melalui pendekatan ini, Bapenda ingin menunjukkan komitmen kuat dalam melakukan reformasi birokrasi khususnya dalam pengelolaan pajak. Sehingga persoalan ini tidak hanya diselesaikan secara hukum tetapi juga menjadi dorongan bagi peningkatan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Baca Juga: Mahasiswa Kritis, Gubernur Dedi Mulyadi Beri Apresiasi
Dampak Kasus Terhadap Citra dan Kepercayaan Publik

Kasus dugaan penyelewengan uang pajak oleh eks ASN ini berpotensi menimbulkan keraguan publik terhadap kredibilitas Bapenda Kota Bandung. Kepercayaan masyarakat sangat penting bagi kelancaran pengumpulan pajak dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Pihak Bapenda menyadari dampak negatif tersebut dan oleh karena itu menempatkan transparansi sebagai prioritas utama selama proses penanganan kasus. Keterbukaan informasi diharapkan dapat menjaga hubungan baik dengan wajib pajak dan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Bapenda Kota Bandung berkomitmen untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya pajak dan pemanfaatannya secara akuntabel. Supaya warga bisa lebih memahami proses serta yakin bahwa pajak yang dibayarkan benar-benar digunakan untuk kemajuan daerah.
Komitmen Bapenda Mencegah Korupsi dan Penyelewengan
Sebagai langkah preventif, Bapenda Bandung berencana meningkatkan pengawasan internal dengan menggunakan teknologi informasi yang lebih canggih untuk mengurangi risiko manipulasi data dan penyalahgunaan kewenangan. Sistem digitalisasi diharapkan dapat meminimalisir celah bagi praktik korupsi.
Selain itu, pelatihan integritas dan etika kerja bagi seluruh pegawai Bapenda rutin dilakukan untuk menanamkan profesionalisme dan kesadaran akan pentingnya menjaga kepercayaan publik. Bapenda juga membuka ruang pelaporan internal sehingga pegawai maupun masyarakat dapat melaporkan kecurigaan atau pelanggaran tanpa takut akan risiko.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi yang diusung oleh Pemerintah Kota Bandung guna menciptakan tata kelola pajak yang bersih, transparan, dan akuntabel, sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan dan pelayanan publik yang prima.
Kesimpulan
Kasus dugaan eks ASN menilep uang pajak yang menyeret Bapenda Bandung membuka babak penting dalam penguatan tata kelola keuangan daerah.
Sikap terbuka dan langkah tegas Bapenda menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menindak pelanggaran dan membangun kepercayaan masyarakat. Ini sekaligus menjadi momentum bagi reformasi birokrasi yang lebih transparan dan profesional, demi masa depan Bandung yang lebih baik dan berkeadilan.
Manfaatkan juga waktu anda untuk mengeksplorasi lebih banyak lagi tentang semua informasi terupdate lainnya hanya di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari rri.co.id
- Gambar Kedua dari detik.com