Posted in

Bandung Tempati Urutan Kelima Kota Terbersih di Asia Tenggara

Kota Bandung berhasil menempati urutan kelima sebagai kota terbersih di kawasan Asia Tenggara tingkat internasional.

Bandung Tempati Urutan Kelima Kota Terbersih di Asia Tenggara

Penghargaan ini diberikan oleh Numbeo.com, sebuah platform data berbasis kontribusi pengguna yang menyediakan berbagai indeks. Mulai dari biaya hidup, kualitas udara, hingga pengelolaan sampah.

Penilaian dilakukan berdasarkan tujuh indikator utama, termasuk kualitas udara, akses air minum, pengelolaan sampah, kebersihan dan kerapian, serta kualitas ruang hijau dan taman.

Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bandung.

Bandung Raih Penghargaan Kota Terbersih

​Kota Bandung baru-baru ini meraih penghargaan sebagai kota metropolitan dengan udara terbersih se-Asia Tenggara. ​Penghargaan bergengsi ini diterima langsung oleh Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil, pada acara The 4th ASEAN Environmentally Cities Award di Brunei Darussalam pada Selasa, 12 September 2017. ​

Penghargaan ini merupakan salah satu seremoni paling prestisius di tingkat regional Asia Tenggara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan. ​

Bandung terpilih berdasarkan pengujian selektif dan dinilai pantas menyandang predikat kota dengan kualitas udara terbersih di wilayah Asia Tenggara.

​Organisasi ASEAN menilai bahwa program-program yang dijalankan oleh pemerintah Bandung sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan atau environmental sustainability.

Program Unggulan Bandung Dalam Menjaga Kebersihan

Program unggulan Bandung dalam menjaga kebersihan kota berfokus pada partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi dan inovasi.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), yang mendorong warga untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Dengan cara ini, sampah yang dapat didaur ulang dipisahkan dari sampah organik. Sehingga proses pengelolaan menjadi lebih efisien dan mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir. Program ini juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat.

Selain Kang Pisman, Bandung juga mengembangkan program Buruan Sae (Tanam Sayuran) yang mengajak warga menanam sayuran di pekarangan rumah.

Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan lokal, tetapi juga memperbanyak ruang hijau di lingkungan perkotaan.

Keberadaan taman dan area hijau yang lebih luas membantu meningkatkan kualitas udara, mengurangi polusi, dan menciptakan suasana kota yang lebih asri.

Kedua program ini menjadi contoh bagaimana inovasi sederhana dan keterlibatan masyarakat dapat memberikan dampak nyata terhadap kebersihan dan kualitas hidup di Bandung.

Baca Juga: TPAS Sarimukti Tutup Setiap Minggu, Pengelolaan Sampah Bandung

Faktor-Faktor Penentu Kebersihan Kota Bandung

Faktor-Faktor Penentu Kebersihan Kota Bandung

Faktor-faktor penentu kebersihan Kota Bandung tidak hanya bergantung pada program pemerintah. Tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Memilah sampah sejak dari rumah, dan ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan menjadi aspek krusial.

Selain itu, dukungan dari organisasi masyarakat, sekolah, dan komunitas lokal dalam kampanye kebersihan memperkuat budaya hidup bersih di kota ini.

Selain partisipasi masyarakat, infrastruktur pendukung juga menjadi faktor penting. Ketersediaan tempat sampah yang memadai di ruang publik, sistem pengelolaan sampah yang efisien, serta pengawasan kualitas udara dan kebersihan fasilitas umum turut menentukan tingkat kebersihan Bandung.

Kombinasi antara program pemerintah, inisiatif masyarakat, dan fasilitas pendukung ini menjadi kunci keberhasilan kota Bandung menempati posisi kelima kota terbersih di Asia Tenggara.

Upaya Berkelanjutan Untuk Bandung yang Lebih Bersih

Upaya berkelanjutan untuk menjadikan Bandung lebih bersih difokuskan pada peningkatan kualitas pengelolaan sampah, pengurangan polusi udara, dan perluasan ruang hijau.

Pemerintah kota terus mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui program edukasi seperti Kang Pisman dan Buruan Sae.

Sekaligus menerapkan kebijakan pendukung seperti uji emisi kendaraan gratis dan optimalisasi sistem pengangkutan sampah.

Kombinasi antara inovasi, keterlibatan warga, dan pengawasan yang konsisten diharapkan mampu mempertahankan kebersihan kota. Sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh warga Bandung.

Simak dan ikuti terus jangan sampai ketinggalan informasi terlengkap hanya di INFO KEJADIAN BANDUNG.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com