Posted in

TPAS Sarimukti Tutup Setiap Minggu, Pengelolaan Sampah Bandung

TPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat tutup setiap hari Minggu, menghadirkan tantangan baru bagi pengelolaan sampah Kota Bandung.

TPAS Sarimukti Tutup Setiap Minggu, Pengelolaan Sampah Bandung

Penutupan ini berpotensi menumpuk sampah di titik pengumpulan sementara, memengaruhi kebersihan dan kesehatan masyarakat. Pemerintah dan pengelola TPAS mengambil langkah strategis, termasuk optimalisasi pengangkutan sampah, edukasi masyarakat, dan perencanaan solusi jangka panjang.

Berikut beberapa informasi menarik lainnya tentang tantangan sampah di Bandung cuman ada di Info Kejadian Bandung.

TPAS Sarimukti Libur pada Hari Minggu

Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti yang terletak di Kabupaten Bandung Barat memutuskan untuk tutup setiap hari Minggu. Kebijakan ini diberlakukan dengan tujuan memberikan waktu istirahat bagi pekerja dan untuk mengurangi dampak lingkungan akibat aktivitas pembuangan sampah.

Penutupan TPAS Sarimukti pada hari Minggu berarti tidak ada penerimaan sampah dari berbagai titik pengumpulan di Kota Bandung selama satu hari penuh. Hal ini menyebabkan penumpukan sampah di beberapa area pengumpulan sementara dan berpotensi menciptakan masalah kebersihan dan kesehatan masyarakat.

Meskipun kebijakan ini didasari oleh alasan kesejahteraan pekerja dan pelestarian lingkungan. Dampaknya terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang dari Kota Bandung menjadi perhatian serius. Tanpa adanya pengelolaan yang efektif selama hari Minggu, tingkat pengurangan pembuangan sampah justru makin parah dan bisa memperburuk kondisi lingkungan di kota besar tersebut.

Penutupan TPAS Terhadap Sistem Sampah Bandung

Kota Bandung sebagai kota metropolitan memiliki volume sampah yang sangat besar setiap harinya. Dengan TPAS Sarimukti beroperasi selama enam hari dalam seminggu, seharusnya sampah warga bisa dikelola dengan baik dan tidak menumpuk. Namun, penutupan pada hari Minggu menimbulkan masalah pembuangan sampah yang tidak bisa ditangani secara langsung.

Penumpukan sampah ini menimbulkan risiko meningkatnya bau tidak sedap dan potensi berkembangnya vektor penyakit seperti lalat dan tikus. Selain itu, sampah yang menumpuk di jalan atau tempat pengumpulan sementara berpotensi mencemari lingkungan sekitar dan mengganggu kenyamanan warga.

Terlebih lagi, pengurangan pembuangan sampah secara total yang semestinya terjadi jika TPAS beroperasi penuh kini menjadi makin sulit tercapai. Volume sampah yang tidak bisa dikelola secara optimal berpotensi meningkatkan risiko pencemaran lingkungan yang berdampak luas bagi kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Update Terbaru Proyek Pembangunan Flyover Nurtanio di Bandung

Solusi dari Pemerintah dan Pengelola TPAS

Solusi dari Pemerintah dan Pengelola TPAS

Merespons masalah tersebut, pemerintah Kota Bandung bersama pengelola TPAS Sarimukti mulai melakukan berbagai langkah strategis agar penumpukan sampah tidak semakin parah. Salah satunya adalah pengoptimalan jadwal pengangkutan sampah oleh dinas kebersihan agar sampah dapat terkumpul dan dibuang sebelum TPAS tutup pada hari Minggu.

Selain itu, pemerintah juga tengah mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam memilah sampah organik dan non-organik sehingga volume sampah yang harus dibuang ke TPAS bisa berkurang. Edukasi dan kampanye pengelolaan sampah dari sumbernya dilakukan agar warga lebih sadar akan pentingnya mengurangi dan mendaur ulang sampah.

Pengelola TPAS juga sedang mempertimbangkan alternatif solusi. Seperti penggunaan teknologi pengolahan sampah di tingkat kota sehingga ketergantungan terhadap TPAS Sarimukti bisa berkurang. Namun, solusi ini masih dalam tahap perencanaan dan membutuhkan dukungan anggaran serta koordinasi lintas sektor.

Harapan dan Kendala dalam Sistem Sampah Berkelanjutan

Penutupan TPAS Sarimukti pada hari Minggu menjadi tantangan besar bagi pengelolaan sampah di Kota Bandung yang selama ini bergantung sepenuhnya pada satu titik pembuangan akhir. Harapan dari berbagai pihak adalah munculnya solusi jangka panjang yang tidak hanya mengandalkan TPAS tunggal, yang berpengaru kepada kesehatan.

Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pengelola sampah, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan ini. Penguatan regulasi dan peningkatan fasilitas pengelolaan sampah di Kota Bandung akan menjadi kunci utama dalam menekan jumlah sampah yang harus dibuang ke TPAS.

Selain aspek teknis, perubahan perilaku masyarakat dalam hal pengelolaan sampah juga menjadi faktor penting agar volume sampah yang masuk ke TPAS bisa berkurang signifikan.

Berita terkini seputar TPAS, sampah, dan kota Bandung bisa Anda akses di Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari bandung.kompas.com