Posted in

Parkir Liar Bandung Sulit Diberantas, Farhan: “Kayak Ngusir Nyamuk!”

Wali Kota Bandung, Farhan, mengeluhkan sulitnya menertibkan parkir liar yang terus mengganggu ketertiban dan kenyamanan kota.

Parkir Liar Bandung Sulit Diberantas

Bandung kini menghadapi masalah parkir liar yang mengganggu estetika, memicu kemacetan, dan merampas hak pejalan kaki. Para pelaku tak gentar dengan penindakan. Wali Kota Muhammad Farhan sampai gerah, menyamakan penertiban dengan ‘mengusir nyamuk’ yang datang lagi. Situasi ini menunjukkan perlunya penanganan lebih serius dan inovatif.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bandung.

Dilema Parkir Liar, Ketika Penindakan Tak Mempan

Masalah parkir liar di Kota Bandung tampaknya menjadi momok yang sulit diberantas hingga saat ini. Para pelakunya kerap bermain “kucing-kucingan” dengan petugas Dinas Perhubungan (Dishub), menciptakan siklus penertiban yang tak berujung. Kondisi ini membuat upaya penegakan aturan menjadi kurang efektif, bahkan terkesan sia-sia di mata masyarakat.

Area sekitar Jalan Tamansari menjadi salah satu titik paling rawan parkir liar. Saat tidak ada petugas, deretan mobil dan motor memenuhi trotoar, seolah menjadi lahan parkir resmi. Namun, begitu petugas berjaga, parkir liar tersebut lenyap seketika, hanya untuk muncul kembali setelah petugas beranjak. Ini menciptakan tantangan besar bagi otoritas kota.

Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung, menggambarkan frustrasi ini dengan analogi yang jenaka namun miris. “Kalau sekarang ini penindakan, kita itu hit and run ya. Jadi siga (kayak) ngusir reungit (nyamuk) tuh. Usir datang deui (lagi) usir datang deui, usir datang deui gitu,” ujarnya pada Senin (1/5/2026). Pernyataan ini menunjukkan betapa sulitnya menemukan solusi permanen.

Aktor Utama di Balik Kekacauan, Juru Parkir Liar Dan Rambu ‘P Coret’

Maraknya parkir liar di Bandung sebagian besar disebabkan oleh ulah juru parkir tidak resmi atau “liar.” Mereka secara aktif mengarahkan pengendara untuk memarkirkan kendaraan di trotoar, bahkan di lokasi yang jelas-jelas dilarang. Keberadaan mereka menjadi pemicu utama kekacauan dan pelanggaran tata tertib lalu lintas.

Padahal, di banyak lokasi rawan, sudah terpasang rambu “P coret” yang secara tegas melarang parkir. Rambu ini seharusnya menjadi peringatan bagi pengendara, namun seringkali diabaikan karena instruksi dari juru parkir liar. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi dan penegakan hukum perlu berjalan seiring untuk mengatasi masalah ini.

Farhan menegaskan bahwa juru parkir liar yang mengarahkan parkir di tempat terlarang, apalagi yang melakukan praktik “getok parkir,” akan ditindak tegas. “Ya itu mah kena tipiring saja. Tindak pidana ringan, enggak bisa tindak pidana yang lain lagi,” ucap Farhan. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menindak para pelanggar.

Baca Juga: Hambatan Proyek BRT Bandung, Parkir dan Aktivitas Pedagang Jadi Tantangan

Solusi Jangka Panjang, Fasilitas Parkir Dan Penindakan Tegas

 Solusi Jangka Panjang, Fasilitas Parkir Dan Penindakan Tegas​ ​

Melihat permasalahan yang tak kunjung usai, Farhan menyadari bahwa penindakan saja tidak cukup. Oleh karena itu, ia berencana menyiapkan solusi jangka panjang yang lebih komprehensif, yaitu dengan membangun fasilitas parkir yang memadai. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada parkir di tepi jalan.

“Enggak selesai-selesai gitu. Maka solusinya adalah dengan membangun fasilitas parkir,” katanya. Pembangunan fasilitas parkir vertikal atau park and ride dapat menjadi alternatif efektif. Dengan tersedianya tempat parkir yang legal dan teratur, pengendara diharapkan tidak lagi parkir sembarangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menambahkan bahwa titik parkir liar paling banyak selama libur Tahun Baru terjadi di Jalan Tamansari, akibat membludaknya pengunjung Kebun Binatang Bandung. Sebagai solusi sementara, kendaraan dipindahkan ke Sabuga, menunjukkan bahwa penataan ruang parkir adalah kunci.

Titik Rawan dan Upaya Penertiban Berkelanjutan

Beberapa area di Bandung teridentifikasi sebagai titik-titik rawan parkir liar. Farhan menyebutkan Taman Sari, Braga, Asia Afrika, dan Alun-alun sebagai lokasi yang kerap menjadi sasaran parkir sembarangan. Konsentrasi penindakan perlu ditingkatkan di area-area strategis ini, yang juga merupakan ikon pariwisata kota.

Farhan mengakui bahwa penindakan di titik-titik rawan ini seringkali berulang. “Banyak ya puluhan, ditindak datang deui isukna, ditindak deui datang deui gitu,” ujarnya. Ini menggarisbawahi perlunya strategi penindakan yang lebih berkelanjutan, tidak hanya bersifat insidentil.

Meskipun demikian, Dinas Perhubungan Kota Bandung terus melakukan upaya penertiban. Pada masa libur Tahun Baru, puluhan kendaraan telah diderek dan diangkut. Upaya ini, meskipun seperti “mengusir nyamuk,” tetap penting untuk menegakkan aturan dan memberikan efek jera bagi para pelanggar demi menciptakan ketertiban kota.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Bandung kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari bandungraya.inews.id