Posted in

Rusak Parah! Forest Walk Babakan Siliwangi Bandung Bolong-Bolong Pasca Revitalisasi, Ini Faktanya!

Forest Walk Babakan Siliwangi Bandung rusak parah pasca revitalisasi, pelataran kayu bolong memicu kekhawatiran warga.

Revitalisasi Forest Walk Babakan Siliwangi Bandung Bolong-Bolong

Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) di Bandung viral di media sosial. Baru dibuka setelah direvitalisasi, Forest Walk justru menunjukkan kerusakan mencolok. Pelataran kayu yang seharusnya kokoh tampak bolong di beberapa titik, memicu reaksi kecewa dan pertanyaan dari masyarakat.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Bandung.

Kekecewaan Publik Dan Kondisi Forest Walk Yang Viral

Kabar kerusakan Forest Walk Babakan Siliwangi menyebar cepat di media sosial. Banyak warganet kecewa, mengingat Baksil adalah ruang terbuka hijau yang dinantikan pembukaannya kembali. Pelataran kayu berlubang menjadi bukti kondisi memprihatinkan, menimbulkan pertanyaan tentang kualitas revitalisasi.

Berdasarkan pantauan langsung, kerusakan ini memang terlihat di beberapa bagian jalur Forest Walk. Pelataran yang terbuat dari material kayu tampak terlepas, meninggalkan celah-celah besar atau bolongan. Kondisi ini tentu saja membahayakan pengunjung yang berjalan di atasnya, terutama anak-anak.

Situasi ini menciptakan narasi bahwa proyek revitalisasi yang menelan anggaran tidak sedikit, seolah-olah tidak dikerjakan dengan maksimal. Publik berharap, sebuah proyek pemerintah yang bertujuan untuk memperindah kota seharusnya menghasilkan fasilitas yang aman, nyaman, dan tahan lama, bukan malah langsung rusak setelah diresmikan.

Klarifikasi Dari Pihak Berwenang, Revitalisasi Bertahap

Plt Kepala Bidang Pertamanan dan Dekorasi Kota, DPKP Kota Bandung, Yuli Ekadiyanti, segera memberikan klarifikasi terkait viralnya kerusakan Forest Walk. ​Ia menjelaskan bahwa bagian pelataran yang rusak tersebut memang belum termasuk dalam perbaikan pada revitalisasi tahap I.​ Pernyataan ini cukup melegakan, namun juga memunculkan pertanyaan baru.

Menurut Yuli, revitalisasi tahap I lebih difokuskan pada area depan dan pembangunan gerbang masuk Hutan Kota. Hal ini dikarenakan anggaran yang terbatas, sehingga pengerjaan dilakukan secara bertahap. Area belakang yang mengalami kerusakan saat ini, rencananya akan diperbaiki pada tahap selanjutnya, secara perlahan.

Dari total panjang Forest Walk sekitar 2,2 kilometer, Yuli menyebutkan bahwa sekitar 1,5 kilometer di antaranya memang belum tersentuh perbaikan pada tahap pertama. Ini berarti, sebagian besar jalur Forest Walk belum direvitalisasi dan kerusakan yang terjadi adalah pada bagian yang memang belum digarap.

Baca Juga: Tahun Pertama Pimpin Bandung, Farhan Sebut 2025 Jadi Ujian Kepemimpinan Terlengkap

Fokus Revitalisasi Tahap Awal Dan Perbaikan Fasilitas Lain

 Fokus Revitalisasi Tahap Awal Dan Perbaikan Fasilitas Lain​​

Revitalisasi tahap pertama difokuskan pada pembangunan gerbang sebagai penanda pintu masuk utama Hutan Kota. Sebelumnya, lokasi pintu masuk Baksil berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sehingga perlu dibuat pembatas dinding untuk memisahkan area tersebut. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan bersih bagi pengunjung.

Selain gerbang dan pembatas dinding, DPKP Kota Bandung juga telah melakukan perbaikan pada beberapa fasilitas umum lainnya. Musala, toilet, dan kolam air di bagian samping hutan kota telah direnovasi. Penataan kirmir yang awalnya berupa tanah dan rawan longsor juga sudah diperbaiki, termasuk penambahan area bermain anak di ujung.

Penerangan di sepanjang jalur Forest Walk juga menjadi perhatian, dengan penambahan lampu agar area tidak terlalu gelap saat malam hari. Ini penting mengingat petugas penjaga tidak dapat melakukan pengawasan selama 24 jam penuh. Peningkatan fasilitas ini menunjukkan upaya DPKP untuk menjadikan Baksil lebih nyaman dan aman.

Harapan Masyarakat Dan Tantangan ke Depan

Dengan adanya klarifikasi dari DPKP Kota Bandung, masyarakat kini memiliki pemahaman yang lebih jelas mengenai kondisi Forest Walk. Meskipun demikian, kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang komunikasi publik dalam proyek-proyek revitalisasi. Informasi yang transparan sejak awal dapat mencegah kesalahpahaman dan kekecewaan.

Masyarakat tentu berharap agar perbaikan pada bagian yang rusak dapat segera dilakukan. Keamanan pengunjung adalah prioritas utama, dan jalur Forest Walk harus dapat dinikmati sepenuhnya tanpa rasa khawatir. Perencanaan yang matang untuk tahap-tahap revitalisasi selanjutnya juga sangat diperlukan.

Hutan Kota Babakan Siliwangi adalah aset berharga bagi Kota Bandung. Dengan revitalisasi yang komprehensif dan berkelanjutan, diharapkan Baksil dapat kembali menjadi paru-paru kota yang berfungsi optimal, serta destinasi rekreasi yang aman, indah, dan membanggakan bagi seluruh warga.

Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Bandung kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Bandung.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
  2. Gambar Kedua dari ulasbandung.com