Angin kencang melanda Bandung, menyebabkan pohon tumbang menimpa mobil, BMKG Jabar mengingatkan warga tetap waspada.
Kota Bandung kembali diuji oleh fenomena alam yang mengkhawatirkan. Sebuah pohon berukuran sangat besar tumbang secara tiba-tiba di Jalan Ganesha, memicu kepanikan dan kerugian materiil. Peristiwa ini terjadi di tengah peringatan dini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat mengenai potensi angin kencang.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Detik-Detik Pohon Tumbang di Jalan Ganesha
Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 15.09 WIB, sebuah pohon berukuran besar tumbang di Jalan Ganesha nomor 15, tepatnya di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung. Insiden ini terjadi saat kondisi cuaca di lokasi memang sedang dilanda angin kencang.
Kepala Damkarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menjelaskan bahwa angin kencang menjadi penyebab utama tumbangnya pohon. Pohon jenis Kiara dengan tinggi 20 meter dan diameter 40 sentimeter itu tiba-tiba patah di bagian tengah batang.
Nahasnya, pohon tersebut sempat menimpa sebuah mobil Toyota Hilux dengan nomor polisi D 8094 MA yang tengah terparkir di sekitar lokasi kejadian. Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, menunjukkan kesigapan tim penanganan darurat.
Respons Cepat Tim Penyelamat
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung UPTD Utara segera merespons laporan kejadian. Mereka tiba di lokasi pada pukul 15.17 WIB, hanya delapan menit setelah insiden tumbangnya pohon.
Untuk proses evakuasi, Tim Damkarmatan mengerahkan satu unit rescue dan satu unit pancar UPTD Utara. Mereka juga mendapatkan bantuan dari DPKP3 Kota Bandung serta jajaran Polsek Coblong, menunjukkan koordinasi yang baik antarinstansi.
Evakuasi pohon tumbang berjalan lancar berkat kerja sama tim. Pohon tersebut berhasil dipindahkan ke tempat yang lebih aman sekitar pukul 16.17 WIB. “Alhamdulillah pohon berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke tempat lebih aman,” ujar Soni Bakhtiyar.
Baca Juga: Kota Bandung Deflasi 0,09% di Awal 2026, Harga Pangan Terkendali
Peringatan Dini BMKG Jawa Barat
Sebelum insiden ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat telah mengeluarkan imbauan terkait potensi angin kencang. Peringatan tersebut ditujukan kepada masyarakat Jabar, khususnya yang berada di perairan utara Jabar pada hari Rabu dan Kamis, 4-5 Februari 2026.
Wilayah yang terdampak potensi angin kencang antara lain perairan Bekasi-Karawang, perairan Subang, dan perairan Indramayu-Cirebon. Diperkirakan kecepatan angin maksimum dapat mencapai 20 knot pada siang hingga sore hari, yang setara dengan 37 km per jam atau skala beaufort.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Jabar, Teguh Rahayu, meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi dampak potensi angin kencang. Ia juga memperingatkan bahaya seperti pohon tumbang, papan reklame dan tiang, bangunan non-permanen, serta gesekan antarkapal.
Imbauan Keselamatan Untuk Masyarakat
Rahayu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya akibat angin kencang. Hal ini termasuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat cuaca berangin, mengingat risiko pohon tumbang.
Selain itu, ia juga menyarankan agar bangunan sementara atau non-permanen di area pantai diperkuat. Untuk keselamatan pelayaran, penting bagi kapal-kapal untuk mengatur jarak sandar yang aman guna menghindari kerusakan akibat saling bergesekan.
Dengan tinggi gelombang antara 0,5-1,25 meter (rendah) yang berpeluang terjadi di Teluk Jakarta, Perairan Kepulauan Seribu, serta perairan Bekasi-Karawang, Subang, dan Indramayu-Cirebon, BMKG menekankan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah insiden lebih lanjut.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari msn.com