Farhan mengungkap rencana revolusi lalu lintas di Bandung dengan penerapan teknologi AI untuk menggantikan sistem lama yang dinilai kurang efektif.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkap rencana revolusioner penggantian sistem lampu lalu lintas konvensional dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini bertujuan mengatasi kemacetan kronis di kota. Uji coba telah dimulai di beberapa titik strategis untuk menyesuaikan durasi lampu secara adaptif berdasarkan kepadatan kendaraan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Kronologi Pengembangan Sistem AI
Pemkot Bandung memulai uji coba lampu lalu lintas berbasis AI sejak akhir 2025. Wali Kota Farhan mengumumkan proyek ini di Balai Kota pada Oktober 2025. Sistem ini menggantikan pengaturan manual Area Traffic Control System (ATCS) yang kurang fleksibel. Pengujian difokuskan di persimpangan rawan macet.
Farhan menjelaskan, “Masalah pengaturan kemacetan, kita sedang bikin percobaan lampu merah lampu hijau itu pakai AI. Udah berjalan, jadi lamanya lampu lalu lintas nanti teh tergantung kepadatan jalan, bukan pakai manual seperti selama ini di sini, di ATCS.” Proyek ini bagian dari visi Bandung Smart City.
Hingga April 2026, uji coba berlanjut dengan integrasi CCTV dan sensor. Lokasi spesifik belum diungkap, tetapi hasil awal menjanjikan peningkatan kelancaran. Kronologi ini menandai transisi dari sistem fixed-time ke adaptif.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Kebutuhan Sistem AI
Kemacetan parah di Bandung menjadi pemicu utama. Sistem lama fixed-time gagal menangani variasi volume kendaraan harian. Bandung dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia pada 2025. Hal ini membebani mobilitas warga dan ekonomi lokal.
Farhan menyadari, infrastruktur teknologi seperti ATCS sudah ada, tetapi penggunaannya belum optimal. “Sistem fixed time tidak lagi relevan untuk kondisi lalu lintas yang dinamis,” ujarnya. Penyebab lain adalah pertumbuhan kendaraan yang melebihi kapasitas jalan.
Kurangnya adaptasi real-time memperburuk situasi. Pengamat lalu lintas menekankan perlunya traffic light adaptif berbasis AI untuk mengurai simpul kemacetan. Faktor ini mendorong percepatan inovasi digital di sektor transportasi.
Baca Juga: BANDUNG BERDUKA! 2 Warga Hanyut Dan 1 Tewas Saat Banjir di Banjaran!
Dampak Positif dan Tantangan
Penerapan AI berpotensi kurangi waktu tempuh hingga 30%. Arus kendaraan lebih lancar karena durasi lampu hijau menyesuaikan kepadatan. Warga mendapat kenyamanan berkendara, sementara emisi karbon menurun. Ekonomi kota pun terdongkrak lewat efisiensi logistik.
Namun, tantangan muncul saat sinyal internet hilang. Farhan mengkhawatirkan, “AI itu masalahnya kalau sinyal hilang, kuota kurang, kan masalah juga nantinya.” Gangguan ini berisiko picu kemacetan lebih parah. Uji coba awal catat ketergantungan pada konektivitas stabil.
Dampak lain terlihat pada pengurangan beban petugas manual di Command Center. Sistem ini memprediksi kepadatan, tapi butuh backup manual. Secara keseluruhan, inisiatif ini tingkatkan citra Bandung sebagai kota pintar.
Langkah Penanganan dan Masa Depan
Pemkot Bandung perkuat infrastruktur dengan tambahan sensor dan CCTV di titik uji coba. Kolaborasi dengan Polrestabes Bandung integrasikan AI untuk pemantauan mudik Lebaran 2026. Rencana ekspansi ke seluruh persimpangan pada 2027.
Farhan tekankan evaluasi berkala. “Sekarang masih tahap percobaan, belum diterapkan di semua titik,” katanya. Penanganan termasuk pelatihan petugas dan protokol darurat sinyal. Integrasi dengan Smart City Road Safety Policing tingkatkan respons cepat.
Ke depan, Dishub Bandung komitmen optimalisasi. Warga diimbau sabar selama transisi. Sukses uji coba ini jadi model nasional, ciptakan lalu lintas cerdas dan ramah lingkungan bagi Kota Kembang.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
Gambar Kedua dari rri.co.id