Seorang maling ponsel di Sekejati, Bandung, membuat heboh saat ngamuk dan berpura-pura gangguan jiwa ketika ditangkap.
Sebuah pencurian ponsel di Sekejati, Buahbatu, Kota Bandung, berakhir dramatis saat pelaku mencoba mengelabui petugas. Pelaku tertangkap basah, merusak fasilitas, dan meresahkan warga sekitar. Peristiwa ini menjadi sorotan karena ia sempat melarikan diri dan berpura-pura mengalami gangguan jiwa saat diamankan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Kronologi Kejadian Yang Mengejutkan
Kejadian bermula pada Kamis, 19 Februari 2026, sekitar pukul 15.07 WIB, di sebuah warung milik warga di Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Pelaku berinisial AS (43), warga setempat, melakukan aksi pencurian beberapa unit ponsel milik korban, NN (49), yang merupakan pemilik warung. Aksi ini sempat membuat resah warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut.
Menurut keterangan Kapolsek Buahbatu, Kompol Rezky Kurniawan, pelaku sempat mengamuk dan melakukan perusakan di warung korban. Barang-barang yang dirusak meliputi tas, meja kaca, beberapa piring dan gelas, serta lemari yang diacak-acak. Selain itu, beberapa ponsel milik korban juga raib digondol pelaku dalam aksi ini.
Pelaku yang aksinya diketahui warga, sempat terekam mencoba kabur ke atap rumah. Namun, warga yang geram terus mengejarnya hingga pelaku terlempar, mengakibatkan luka di kepala dan darah mengucur. Kejadian ini menambah daftar tindakan nekat yang dilakukan pelaku dalam usahanya melarikan diri dari kejaran massa.
Penangkapan Dan Drama Pengakuan Gangguan Jiwa
Sekitar pukul 15.50 WIB, pelaku berhasil ditangkap oleh anggota Polsek Buahbatu dibantu warga, kemudian dibawa ke Mapolsek Buahbatu. Penangkapan ini tidak berlangsung mulus, karena pelaku berusaha mengelabui petugas dengan mengaku mengalami gangguan jiwa. Ini merupakan taktik untuk menghindari konsekuensi hukum atas perbuatannya.
Pasca-penangkapan, pelaku mendapatkan pertolongan pertama dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) karena luka yang dialaminya. Selanjutnya, ia dirujuk ke RS Polri Sartika Asih untuk penanganan medis lebih lanjut terkait kondisi fisiknya. Proses ini menunjukkan bahwa meskipun pelaku berupaya mengelak, pihak berwenang tetap memberikan penanganan sesuai prosedur.
Penyelidikan awal menunjukkan pelaku melakukan pencurian dan perusakan setelah aksinya terbongkar. Dalih gangguan kejiwaan segera dikonfirmasi melalui keluarga. Keterangan keluarga dan saksi menyebut pelaku memiliki riwayat TBC dan kemungkinan membutuhkan dana berobat, yang diduga menjadi motif tindak kejahatannya.
Baca Juga: Farhan Bongkar Strategi Genjot PAD Bandung, Restoran dan Sport Tourism
Tindak Lanjut Hukum Dan Imbauan Kepolisian
Sekitar pukul 17.25 WIB, korban, NN (49), datang ke Polsek Buahbatu untuk membuat laporan resmi terkait insiden tersebut. Saat ini, perkara pencurian dan perusakan ini sedang ditangani secara serius oleh Unit Reskrim Polsek Buahbatu. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kapolsek Buahbatu, Kompol Rezky Kurniawan, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Penting bagi warga untuk selalu melaporkan tindak pidana kepada pihak kepolisian apabila menemukan kejadian serupa di lingkungan masing-masing. Kerjasama antara warga dan kepolisian sangat krusial dalam menjaga ketertiban dan keamanan.
Imbauan ini juga bertujuan untuk mencegah eskalasi konflik atau tindakan kekerasan yang tidak perlu. Pihak kepolisian akan selalu siap merespons laporan masyarakat dan menindaklanjuti setiap kejahatan yang terjadi. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum adalah kunci dalam penegakan keadilan.
Pencegahan Dan Kesadaran Masyarakat
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan di sekitar mereka. Mengamankan harta benda dan lingkungan tempat tinggal merupakan langkah preventif yang penting. Peran aktif masyarakat dalam melaporkan hal-hal mencurigakan dapat membantu mencegah terjadinya kejahatan serupa di masa mendatang.
Selain itu, kesadaran akan pentingnya tidak main hakim sendiri adalah kunci. Meskipun geram terhadap pelaku kejahatan, menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang adalah tindakan yang bijak dan sesuai prosedur. Hal ini memastikan bahwa setiap individu mendapatkan proses yang adil dan sesuai dengan ketentuan hukum.
Kasus ini juga menyoroti masalah sosial yang mungkin melatarbelakangi tindak kejahatan, seperti kebutuhan finansial untuk pengobatan. Meskipun tidak membenarkan tindakan kriminal, pemahaman terhadap akar masalah dapat membantu dalam upaya pencegahan yang lebih komprehensif. Masyarakat perlu lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari hukumonline.com