Pedagang daging sapi di Bandung melakukan mogok berjualan sehingga memicu perhatian dan tanggapan Wali Kota Farhan perhatian publik.
Pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung melakukan aksi mogok karena naiknya harga yang memberatkan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi dampak terhadap stabilitas pasar dan inflasi daerah. Pemerintah kota berupaya mencari solusi agar distribusi daging tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tidak terganggu.
Temukan berbagai informasi menarik dan terbaru seputar peristiwa terkini untuk menambah wawasan Anda hanya di Info Kejadian Bandung.
Mogok Dagang Terjadi di Sejumlah Pasar Tradisional
Aksi mogok pedagang daging sapi terjadi di Pasar Kosambi Kota Bandung pada Senin (18/05/2026). Berdasarkan informasi pengelola pasar, aksi serupa juga dilakukan di beberapa pasar tradisional lainnya di wilayah Bandung. Kondisi ini membuat pasokan daging di pasar menjadi tidak stabil dan berpotensi memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Para pedagang disebut menahan diri untuk tidak berjualan karena harga karkas dari rumah pemotongan hewan (RPH) dianggap terlalu tinggi. Situasi ini dipicu oleh kenaikan harga sapi hidup serta biaya produksi yang meningkat. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menjual dengan harga yang masih dapat dijangkau masyarakat.
Sementara itu, sejumlah pedagang memilih menutup lapak sebagai bentuk protes terhadap kondisi harga yang dinilai tidak seimbang. Aksi ini kemudian menjadi perhatian pemerintah daerah karena menyangkut kebutuhan pangan masyarakat luas.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tanggapan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa kondisi mogok pedagang ini berkaitan dengan naiknya harga di berbagai rantai pasok daging sapi. Ia menjelaskan bahwa rumah pemotongan hewan terpaksa menerima harga sapi yang lebih tinggi akibat kenaikan dari sektor penggemukan sapi.
Farhan menegaskan bahwa kenaikan ini merupakan efek berantai dari naiknya harga bibit sapi impor dari beberapa negara seperti Australia, India, dan Selandia Baru. Selain itu, harga pakan ternak juga ikut meningkat sehingga berdampak pada biaya produksi secara keseluruhan.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah kota akan melakukan pendekatan ke berbagai pihak, mulai dari importir, pengusaha penggemukan, hingga pedagang di pasar tradisional. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga agar tidak terus membebani konsumen maupun pelaku usaha.
Baca Juga: Heboh Bandung! Wanita Jadi Korban Siraman Cairan Hitam di Tengah Konvoi Persib
Dampak Terhadap Sektor Kuliner dan Inflasi
Farhan menjelaskan bahwa sektor yang paling terdampak dari kondisi ini adalah sektor kuliner. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi berpengaruh langsung pada biaya produksi berbagai makanan berbasis daging, seperti bakso dan olahan lainnya.
Ia juga menyoroti bahwa kenaikan harga bahan pangan impor seperti gandum dan kedelai turut memperburuk situasi. Hal ini berdampak pada produk seperti mie, roti, hingga tahu dan tempe yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, jika kondisi ini tidak segera dikendalikan, maka inflasi daerah dapat meningkat dan daya beli masyarakat akan menurun. Pemerintah daerah pun berupaya menjaga agar distribusi pangan tetap lancar di tengah fluktuasi harga.
Upaya Pemerintah Mengendalikan Pasokan Daging
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Bandung berencana membuka jalur alternatif pasokan daging sapi, termasuk melalui impor daging beku. Langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar, terutama di pasar modern dan tradisional.
Farhan menegaskan bahwa kebutuhan daging sapi di Kota Bandung sebenarnya masih dapat terpenuhi. Namun, ia mengakui adanya perbedaan preferensi masyarakat terhadap jenis daging yang beredar di pasaran.
Selain itu, pemerintah juga berupaya memastikan agar pedagang tidak berhenti berjualan sepenuhnya selama masa penyesuaian harga. Hal ini penting untuk mencegah kepanikan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari kumparan.com