Aksi kirab budaya yang digelar di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, menjadi pusat perhatian publik setelah menuai berbagai kritik.
Kegiatan yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini awalnya bertujuan sebagai bagian dari peringatan budaya Tatar Sunda. Namun, di tengah kemeriahan, muncul sorotan terkait dampak sosial, penggunaan ruang publik, hingga relevansi acara tersebut terhadap kondisi masyarakat saat ini.
Temukan berbagai informasi menarik dan terbaru seputar peristiwa terkini untuk menambah wawasan Anda hanya di Info Kejadian Bandung.
Rangkaian Kirab Budaya Dimulai di Tengah Sorotan Publik
Pada 8–16 Mei 2026, rangkaian kirab budaya Milangkala Tatar Sunda digelar di beberapa wilayah Jawa Barat sebelum mencapai puncaknya di Kota Bandung. Kegiatan ini dimulai dari daerah Sumedang dan berakhir di kawasan Gedung Sate, Bandung, dengan melibatkan sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat.
Acara puncak di Bandung berlangsung pada Sabtu malam, 16 Mei 2026, dimulai dari Kiara Artha Park sekitar pukul 19.30 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Dedi Mulyadi tampak menunggangi kuda putih dan memimpin rombongan kirab budaya melewati sejumlah jalan utama kota.
Masyarakat terlihat memadati sepanjang rute kirab. Banyak warga antusias menyaksikan pertunjukan budaya yang menampilkan nuansa kerajaan Sunda, termasuk penggunaan kereta kencana dan iring-iringan kostum tradisional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kritik dari DPRD dan Sorotan Soal Anggaran
Pada 11 Mei 2026, sebelum puncak acara berlangsung, kritik juga muncul dari anggota DPRD Jawa Barat dalam sidang paripurna. Salah satu sorotan utama adalah transparansi penggunaan anggaran kegiatan kirab budaya tersebut.
Dalam laporan yang beredar, anggaran kegiatan ini disebut mencapai miliaran rupiah untuk pelaksanaan di beberapa daerah. Hal ini memicu pertanyaan mengenai prioritas penggunaan dana publik di tengah berbagai kebutuhan pembangunan daerah.
Selain itu, beberapa pihak juga menyoroti aspek sejarah dan konsep pelaksanaan kirab yang dianggap tidak konsisten. Mereka menilai rangkaian kegiatan terlalu panjang dan kurang memiliki dasar historis yang jelas, sehingga memunculkan perdebatan di kalangan akademisi dan masyarakat.
Baca Juga: Heboh! Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih, Kawal Mahkota Binokasih di Kirab Bandung
Kemacetan dan Penggunaan Ruang Publik Jadi Pemicunya
Meski berlangsung meriah, kirab budaya ini menuai kritik karena berdampak pada arus lalu lintas di Kota Bandung. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami penutupan sementara sehingga menyebabkan kemacetan panjang di beberapa titik utama kota pada 16 Mei 2026 malam.
Warganet menilai kegiatan tersebut kurang mempertimbangkan kondisi masyarakat, terutama pengguna jalan yang terdampak langsung oleh penutupan akses. Kritik juga muncul karena acara digelar di tengah situasi ekonomi yang masih menjadi perhatian publik di Jawa Barat.
Selain itu, sebagian pihak mempertanyakan penggunaan fasilitas publik untuk kegiatan seremonial berskala besar. Mereka menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada program yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat luas.
Respons Publik dan Polemik di Media Sosial
Di media sosial, kirab budaya ini menjadi perbincangan hangat sejak 16–17 Mei 2026. Banyak warganet yang mengunggah ulang video kirab yang menampilkan Dedi Mulyadi bersama rombongan berkuda di tengah keramaian Kota Bandung.
Sebagian komentar menilai acara tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya Sunda yang megah dan menarik perhatian publik. Namun, tidak sedikit pula yang menganggapnya sebagai kegiatan simbolik yang kurang memperhatikan kondisi masyarakat secara langsung.
Hingga 17 Mei 2026, belum ada pernyataan resmi yang secara spesifik menanggapi seluruh kritik yang berkembang. Namun, polemik ini terus menjadi bahan diskusi di ruang publik, terutama terkait batas antara pelestarian budaya dan kepentingan sosial masyarakat.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
Gambar Kedua dari ulasbandung.com