Menjelang Lebaran 2026, Satgas Bandung dikerahkan dengan mobil derek untuk menertibkan parkir liar dan menjaga kelancaran lalu lintas.
Menjelang libur panjang Lebaran 2026, Kota Bandung bersiap menghadapi masalah klasik: parkir liar. Untuk menertibkan kondisi ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Wali Kota Muhammad Farhan membentuk satgas khusus, didukung mobil derek, guna menjaga ketertiban lalu lintas selama liburan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Pembentukan Satgas Khusus Penanganan Parkir Liar
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, secara resmi mengumumkan pembentukan satuan tugas khusus atau satgas khusus penanganan parkir liar. Satgas ini dibentuk sebagai respons terhadap meningkatnya potensi parkir liar di momen libur Lebaran, yang kerap “kucing-kucingan” dengan petugas. Keberadaan satgas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menciptakan ketertiban.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan bahwa sebenarnya satgas penertiban parkir liar sudah ada. Namun, dengan adanya momen libur Lebaran, intensitas dan fokus penertiban akan ditingkatkan secara signifikan. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kenyamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
Peningkatan penertiban ini juga akan melibatkan dukungan dari Kepolisian melalui kegiatan KRYD (Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan). Kolaborasi antara berbagai instansi diharapkan mampu mengatasi persoalan parkir liar yang kompleks. Penekanan pada momen libur Lebaran ini menunjukkan antisipasi terhadap lonjakan kendaraan dan aktivitas masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Peningkatan Frekuensi Dan Personel Penertiban
Penertiban parkir liar selama momen libur Lebaran akan dilakukan setiap hari, berbeda dengan jadwal normal yang biasanya hanya dua kali seminggu. Peningkatan frekuensi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tidak ada celah bagi para pelanggar. Konsistensi dalam penindakan diharapkan dapat meminimalkan praktik parkir ilegal.
Personel yang dilibatkan dalam satgas ini juga berasal dari berbagai unsur, menunjukkan upaya kolaboratif lintas instansi. Mereka meliputi anggota kepolisian, TNI dari Denpom dan Garnisun, serta petugas Dalops dari Dinas Perhubungan. Kerjasama ini diharapkan mampu menciptakan tim yang solid dan efektif di lapangan.
Rasdian menyebutkan bahwa penertiban akan difokuskan di kawasan wisata yang diprediksi akan ramai dikunjungi. Beberapa lokasi prioritas termasuk Kiara Artha Park, Taman Lalu Lintas, Karang Setra, dan Al-Jabbar. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya di mana area tersebut sering menjadi titik parkir liar.
Baca Juga: Rasakan Bandung Dengan Cara Baru Seni, Alam dan Kuliner Autenti
Pembagian Tim Dan Dukungan Mobil Derek
Untuk efektivitas operasi, satgas penertiban parkir liar akan dibagi menjadi dua tim. Setiap tim akan beranggotakan sekitar 10 orang, memastikan cakupan area yang lebih luas dan respons yang cepat terhadap laporan pelanggaran. Pembagian tim ini dirancang untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Selain personel, operasi ini juga didukung oleh keberadaan mobil derek. Dinas Perhubungan Kota Bandung memiliki tiga unit mobil derek, di mana dua di antaranya akan digunakan secara aktif di lapangan, dan satu unit akan disiagakan di kantor sebagai cadangan. Ketersediaan mobil derek sangat krusial untuk menindak kendaraan yang membandel.
Mobil derek ini akan berperan penting dalam memindahkan kendaraan yang terbukti parkir di tempat terlarang. Langkah penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera yang kuat bagi para pengendara yang nekat melanggar aturan. Kehadiran mobil derek juga menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam menegakkan aturan.
Tindakan Terhadap Juru Parkir Liar Dan Sanksi
Rasdian menegaskan bahwa jika ada oknum juru parkir liar yang tertangkap tangan, mereka akan langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kolaborasi antara Dishub dan kepolisian sangat penting dalam menangani oknum yang seringkali menjadi fasilitator parkir liar. Penindakan ini bertujuan untuk memberantas praktik ilegal dari akarnya.
“Ada tahapannya kalau tertangkap tangan dibawa kepolisian, kan kita gabungan,” jelas Rasdian. Ini menunjukkan bahwa proses penegakan hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Keterlibatan kepolisian memastikan bahwa pelanggaran dapat diproses secara hukum jika diperlukan.
Jika oknum juru parkir liar tidak tertangkap tangan, tim tetap akan melakukan penertiban di lokasi parkir liarnya. Langkah ini penting untuk menghilangkan fasilitas dan praktik parkir ilegal, meskipun pelakunya tidak berhasil diamankan secara langsung. Penegasan ini menggarisbawahi komitmen untuk menjaga ketertiban umum.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari travel.detik.com
- Gambar Kedua dari oto.detik.com