Kebijakan pelarangan insinerator di Bandung memaksa pemerintah kota mengalihkan limbah harian sekitar 1.500 ton ke Bekasi.
Langkah darurat ini dilakukan untuk mencegah penumpukan sampah di jalanan dan menjaga kebersihan lingkungan. Pemkot Bandung tetap mengimbau warga membuang sampah pada tempatnya serta menegaskan layanan pengangkutan berjalan normal.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sampah Bandung Kini Menuju Bekasi
Kebijakan pelarangan insinerator di Kota Bandung membuat pengelolaan sampah kota kembali menghadapi tantangan besar. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini harus menyalurkan sampah ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Bekasi sebagai solusi sementara. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah di jalanan dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Rudi Santoso, menyebutkan bahwa pengiriman sampah ke Bekasi merupakan solusi darurat yang bersifat sementara. “Dengan dilarangnya insinerator, kami harus mencari alternatif agar volume sampah harian sekitar 1.500 ton bisa dikelola dengan aman,” ujarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap membuang sampah pada tempatnya meski ada perubahan lokasi pengolahan. Pihak Pemkot menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan mempengaruhi layanan pengangkutan sampah, sehingga warga tidak perlu khawatir akan tumpukan sampah di lingkungan sekitar.
Larangan Insinerator Sebab dan Dampaknya
Insinerator atau pembakaran sampah skala besar sebelumnya direncanakan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Namun, larangan penggunaan insinerator di Bandung muncul karena kekhawatiran dampak lingkungan, termasuk polusi udara dan emisi karbon yang tinggi.
Keputusan ini diambil setelah berbagai evaluasi teknis dan masukan dari pakar lingkungan. “Kami harus menyeimbangkan kebutuhan pengelolaan sampah dengan kesehatan warga dan kualitas udara di kota,” jelas Rudi. Larangan ini membuat Pemkot harus mencari solusi alternatif, termasuk mengirim sebagian sampah ke luar kota.
Dampak paling nyata dari larangan ini adalah bertambahnya biaya operasional pengelolaan sampah. Selain transportasi ke Bekasi, Pemkot juga harus memastikan sistem pengumpulan sampah tetap berjalan lancar agar tidak menimbulkan masalah baru seperti banjir atau tumpukan sampah di permukiman.
Baca Juga: Geger Mayat Petani 20 Tahun Ditemukan Di Parit Kebun Pangalengan
Proses Pengiriman Sampah ke Bekasi
Pengiriman sampah dari Bandung ke Bekasi dilakukan dengan truk besar yang mengangkut limbah kota setiap hari. Setiap truk dibersihkan dan diawasi ketat agar tidak menimbulkan bau dan risiko kesehatan selama perjalanan yang menempuh lebih dari 150 kilometer.
Petugas DLH juga mengatur jadwal pengiriman agar tidak mengganggu lalu lintas dan mengoptimalkan kapasitas truk. “Kami bekerja sama dengan pihak Bekasi untuk memastikan TPA mereka dapat menampung sampah Bandung tanpa menimbulkan over kapasitas,” kata Rudi.
Selain itu, DLH terus melakukan sosialisasi kepada warga agar sampah dikumpulkan secara terpisah, terutama antara sampah organik dan non-organik. Hal ini memudahkan pengolahan dan mengurangi risiko pencemaran selama transportasi.
Strategi Berkelanjutan Kelola Sampah
Meski pengiriman sampah ke Bekasi menjadi solusi sementara, Pemkot Bandung tetap fokus mencari langkah jangka panjang. Salah satunya adalah pengembangan TPA baru yang ramah lingkungan di wilayah Bandung Raya, dengan teknologi pengelolaan sampah modern seperti daur ulang dan pengomposan.
Pemkot juga berencana memperkuat program edukasi masyarakat mengenai pengurangan sampah dan pemilahan sejak rumah tangga. Kampanye “Bandung Bersih” diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang harus dikirim keluar kota.
Selain itu, pemerintah kota bekerja sama dengan akademisi dan perusahaan teknologi lingkungan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan kombinasi teknologi, regulasi, dan partisipasi warga, Bandung berharap bisa mengatasi masalah sampah tanpa harus bergantung pada pengiriman ke luar kota.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari merdeka.com