Posted in

6 Mesin RDF di Bandung Dioperasikan Tanggulangi Krisis Sampah

Krisis sampah yang melanda Kota Bandung dalam beberapa bulan terakhir mendorong pemerintah kota mengoperasikan enam mesin Refuse Derived Fuel (RDF).

6 Mesin RDF di Bandung Dioperasikan Tanggulangi Krisis Sampah

Mesin ini mengubah sampah yang telah dipilah menjadi bahan bakar padat yang aman dan efisien untuk pembangkit listrik atau proses industri. Setiap unit mampu menangani puluhan ton sampah per hari, sehingga volume limbah yang menumpuk dapat berkurang secara signifikan.

Program ini juga menekan risiko pencemaran lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi energi dari sampah, menjadikan pengelolaan limbah lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Sistem ini memanfaatkan sampah yang telah dipilah menjadi bahan bakar alternatif untuk pembangkit listrik dan proses industri. Dengan teknologi ini, volume sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan.

Pemerintah kota menekankan bahwa penggunaan RDF bertujuan untuk mengatasi masalah penumpukan sampah sambil mengoptimalkan potensi energi yang terkandung dalam limbah.

Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bandung.

Teknologi Kapasitas RDF

Setiap mesin RDF memiliki kapasitas pengolahan berbeda, dengan rata-rata mampu menangani puluhan ton sampah per hari. Proses pengolahan meliputi pemilahan, penghancuran, pengeringan, serta pencetakan menjadi bahan bakar padat.

Sampah yang masuk harus dipilah terlebih dahulu agar mesin bekerja secara optimal. Tim teknis mengawasi seluruh proses agar kualitas bahan bakar memenuhi standar keamanan dan efisiensi energi. Selain itu, pengoperasian mesin dilakukan secara bergiliran untuk menjaga kontinuitas produksi serta mencegah kerusakan pada unit RDF.

Rencana Perluasan Program RDF

Melihat efektivitas enam mesin RDF, pemerintah kota berencana memperluas program pengolahan sampah berbasis energi ini. Rencana mencakup penambahan unit mesin baru, peningkatan kapasitas produksi, serta integrasi dengan pembangkit listrik lokal agar energi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain itu, kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah rumah tangga mulai digencarkan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi penumpukan sampah sambil mendukung energi terbarukan di Kota Bandung.

Baca Juga: 

Proses Monitoring Pengawasan

Proses Monitoring Pengawasan

Setiap mesin RDF diawasi secara ketat oleh tim teknis untuk menjaga keamanan dan efisiensi operasional. Pemantauan mencakup suhu mesin, kelembapan bahan bakar, serta tingkat emisi yang dihasilkan.

Data yang diperoleh digunakan untuk menyesuaikan parameter pengolahan agar produksi bahan bakar padat tetap stabil. Pihak dinas terkait juga melakukan inspeksi berkala terhadap lokasi pengumpulan sampah sebelum masuk ke mesin RDF, memastikan sampah tidak mengandung bahan berbahaya yang dapat merusak peralatan atau menimbulkan risiko kesehatan bagi operator.

Dampak Operasional Terhadap Lingkungan Kota

Pengoperasian enam mesin RDF diharapkan mampu menekan jumlah sampah yang menumpuk di TPA. Volume sampah yang dikurangi berarti berkurangnya risiko pencemaran tanah serta air akibat sampah yang menumpuk.

Selain itu, penggunaan sampah sebagai bahan bakar alternatif mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung melakukan pemantauan rutin terhadap kualitas udara di sekitar lokasi pengolahan untuk memastikan tidak terjadi polusi berlebihan.

Program ini juga menjadi contoh inovasi pengelolaan sampah berbasis energi yang dapat direplikasi di kota lain. Ikuti update terbaru tanpa tertinggal informasi hanya di INFO KEJADIAN BANDUNG.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com