Patroli “munggahan” di Bandung berhasil membongkar aksi preman yang memalak pedagang UMKM di Jalan Otto Iskandardinata.
Polisi menindak tegas pelaku dan mengamankan barang bukti uang hasil pemalakan. Langkah ini memberikan rasa aman bagi pedagang menjelang tradisi munggahan. Kapolrestabes Bandung menegaskan patroli akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan pasar, mencegah kriminalitas.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Patroli Munggahan Bandung, Polisi Bekuk Preman yang Mengintimidasi
Menjelang perayaan tradisi munggahan di Kota Bandung, jajaran kepolisian melakukan patroli intensif untuk memastikan keamanan pasar dan pusat keramaian. Selama patroli yang berlangsung pada Selasa malam (17/2/2026), polisi menangkap seorang preman yang kedapatan memalak pedagang UMKM di kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Bandung.
Kegiatan patroli munggahan ini sengaja digelar untuk melindungi pedagang dan pengunjung dari tindak kriminal yang kerap muncul menjelang momen perayaan. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendra Setiawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi bagi para pelaku premanisme.
“Patroli ini kami lakukan agar masyarakat dan pedagang UMKM bisa berjualan dengan aman. Setiap pelaku pemalakan akan ditindak tegas sesuai hukum,” ujar Hendra melalui keterangan pers, Rabu (18/2/2026).
Kronologi Penangkapan Preman
Polisi menerima laporan dari pedagang UMKM yang mengeluhkan adanya pemalakan di kawasan pasar malam munggahan. Setelah menerima informasi, tim gabungan Unit Reskrim dan Patroli Sabhara langsung bergerak untuk menindak pelaku.
Saat dilakukan penangkapan, preman berinisial R (34) kedapatan meminta uang paksa dari beberapa pedagang yang menjajakan makanan ringan dan minuman. Polisi mengamankan sejumlah uang tunai yang diduga hasil pemalakan, serta identitas pelaku.
“Korban melapor karena ketakutan dan tidak berani menolak permintaan pelaku. Kami langsung mengamankan tersangka agar tidak ada korban lain,” jelas Kanit Reskrim Polrestabes Bandung, AKP Dedi Nugraha.
Baca Juga: Kota Bandung Berduka, Ibunda Wali Kota Muhammad Farhan Tutup Usia
Dampak Premanisme Bagi Pedagang UMKM
Pemalakan yang dilakukan preman seperti ini memberi tekanan bagi pedagang UMKM, terutama menjelang perayaan tradisi munggahan. Banyak pedagang mengaku pendapatan mereka menurun karena merasa takut saat berjualan di lokasi ramai.
Seorang pedagang bernama Lina (28) mengungkapkan, “Saya takut menolak karena pelaku terlihat keras dan mengancam. Untung polisi cepat datang, kalau tidak mungkin kami rugi besar.”
Kehadiran polisi selama patroli munggahan memberikan rasa aman bagi para pedagang. Mereka dapat fokus berjualan tanpa khawatir kehilangan pendapatan akibat pemalakan yang kerap terjadi di beberapa titik strategis Kota Bandung.
Upaya Polisi dalam Menjamin Keamanan Pasar
Kapolrestabes Bandung menegaskan bahwa patroli munggahan akan terus dilanjutkan hingga puncak perayaan. Tim patroli tidak hanya menindak preman, tetapi juga memantau arus lalu lintas, keamanan lingkungan, dan potensi gangguan lainnya.
Selain penangkapan preman, polisi juga mengimbau pedagang untuk melapor segera jika menemukan tindakan serupa. Langkah ini diharapkan menciptakan efek jera bagi pelaku kriminal.
“Kami mengajak masyarakat dan pedagang UMKM bekerja sama dengan kepolisian. Keamanan selama munggahan menjadi tanggung jawab bersama, agar tradisi ini bisa berjalan aman, lancar, dan nyaman,” pungkas Hendra.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com