Bus rombongan jemaah umrah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Nagreg pada Jumat dini hari, menewaskan satu penumpang dan melukai beberapa orang lainnya.
Korban berinisial LS (52). Saat kejadian, bus membawa rombongan ibu-ibu yang baru menyelesaikan perjalanan ibadah umrah. Petugas kemudian mengevakuasi seluruh penumpang untuk memastikan kondisi mereka. Simak ulasan lengkapnya dari Info Kejadian Bandung.
Bus Rombongan Umrah Kecelakaan di Jalan Menurun
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Bus dengan nomor polisi B-7858-ZAA melaju dari arah Bandung menuju Tasikmalaya. Ketika memasuki ruas Jalan Raya Nagreg, bus melewati medan jalan yang menurun.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandung Iptu Lilim, pengemudi diduga kurang berkonsentrasi saat menghadapi kondisi jalan tersebut. Bus kemudian bergerak oleng ke arah kanan sebelum menabrak pagar tembok sebuah rumah.
“Pada saat di jalan menurun, sopir kurang konsentrasi dan waspada dengan situasi yang ada di depannya. Sehingga kendaraan oleng ke sebelah kanan dan menabrak pagar tembok bangunan rumah,” jelas Lilim.
Benturan cukup keras sehingga membuat sejumlah penumpang mengalami luka. Petugas langsung bergerak untuk membantu para korban setelah menerima laporan kecelakaan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Rasakan Serunya Nonton Live Streaming Sepak Bola Setiap Saat!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Satu Jemaah Meninggal Dunia di Lokasi
LS menjadi korban paling parah dalam kecelakaan tersebut. Posisi tubuhnya sempat terjepit di bagian badan bus sehingga petugas membutuhkan waktu untuk melakukan evakuasi.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan tim rescue langsung menuju lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 01.55 WIB. Petugas gabungan kemudian melakukan penanganan terhadap para penumpang.
“Korban yang terjepit wanita inisial LS meninggal dunia dan berhasil dievakuasi pukul 03.00 dini hari,” ungkap Ade.
Petugas membawa jenazah LS ke RSUD Cicalengka. Setelah proses penanganan selesai, keluarga membawa korban untuk dimakamkan.
Baca Juga: Operasi Besar di THM Bandung Bikin Geger! Pengunjung Mendadak Jalani Tes Urine
13 Penumpang Selamat dan Sebagian Luka Ringan
Data akhir Basarnas mencatat sebanyak 14 orang terlibat dalam kecelakaan bus tersebut. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya berhasil selamat.
Beberapa penumpang mengalami luka ringan akibat benturan. Petugas membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.
Setelah menjalani pemeriksaan, para korban yang mengalami luka ringan akhirnya diperbolehkan pulang. Seluruh penumpang yang selamat kemudian kembali ke rumah masing-masing.
“Korban luka ringan pun sudah pulang,” kata Lilim.
Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Terjepit
Proses evakuasi menjadi salah satu bagian paling sulit dalam penanganan kecelakaan tersebut. Petugas menemukan LS dalam posisi terjepit di dalam badan bus.
Tim rescue Kantor SAR Bandung bersama unsur gabungan langsung melakukan upaya penyelamatan. Mereka menggunakan peralatan khusus untuk mengeluarkan korban dari bagian kendaraan yang rusak.
Setelah beberapa waktu, petugas berhasil mengevakuasi LS sekitar pukul 03.00 WIB. Tim kemudian memastikan seluruh penumpang telah keluar dari bus dan tidak ada korban lain yang tertinggal.
“Setelah menerima informasi kejadian, tim Rescue Kantor SAR Bandung segera berangkat menuju lokasi untuk mendukung proses evakuasi,” ujar Ade.
Operasi SAR Diusulkan Ditutup Setelah Semua Selamat
Setelah petugas memastikan seluruh korban mendapat penanganan, operasi SAR memasuki tahap akhir. Basarnas menyatakan 13 penumpang selamat dan sudah kembali ke rumah masing-masing.
Tim gabungan juga menyelesaikan proses evakuasi serta memastikan tidak ada korban lain di sekitar lokasi kecelakaan. Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, Basarnas mengusulkan penutupan operasi SAR.
“Operasi SAR selanjutnya diusulkan ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing,” pungkas Ade.
Kecelakaan tersebut kembali mengingatkan pengemudi untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melewati jalur menurun seperti Nagreg, terutama pada malam hari. Kondisi jalan dan konsentrasi pengemudi menjadi faktor penting untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang.