Pemkot Bandung menegaskan Kebun Binatang Bandung tidak dibuka Lebaran 2026 untuk memastikan kesejahteraan semua satwa tetap terjaga.
Rencana pembukaan kembali Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) pada libur Lebaran 2026 masih belum pasti. Pemkot Bandung menegaskan kondisi dan kesejahteraan satwa menjadi prioritas utama. Keputusan operasional tidak akan tergesa-gesa, memastikan seluruh hewan dalam kondisi prima sebelum menerima kunjungan masyarakat.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Prioritas Kesejahteraan Satwa di Bandung Zoo
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pembahasan pembukaan kebun binatang tidak semata terkait pariwisata. Meski potensi kunjungan Lebaran besar, kesejahteraan satwa tetap faktor utama. Pemkot tidak ingin kebun binatang dibuka hanya mengejar momentum jika kondisi satwa belum layak.
Farhan menjelaskan bahwa kesiapan fasilitas harus berjalan seiring dengan jaminan kesehatan seluruh hewan koleksi konservasi. Pemeriksaan kesehatan rutin, kualitas perawatan yang optimal, hingga standar kesejahteraan hewan yang tinggi, menjadi indikator utama. Semua aspek ini harus dipenuhi sebelum keputusan operasional Bandung Zoo dapat diambil.
“Harapannya tentu bisa dibuka, tetapi yang paling penting adalah memastikan hewannya sehat. Jangan sampai dibuka sementara satwanya justru dalam kondisi tidak baik,” ujar Farhan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Pemkot Bandung sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan demi menjaga kualitas hidup satwa di sana.
Menanti Penataan Pengelolaan Baru
Selain kesejahteraan satwa, Pemkot Bandung masih menunggu proses penataan pengelolaan baru melalui seleksi resmi. Farhan menjelaskan pemerintah membuka peluang bagi pengelola yang memenuhi syarat, termasuk pengelola lama, sepanjang lolos verifikasi komite seleksi. Keterlibatan pengelola sebelumnya tergantung hasil evaluasi administratif dan teknis.
Komite seleksi menentukan kelayakan berdasarkan standar pengelolaan lembaga konservasi nasional. Farhan menekankan pengelolaan kebun binatang tidak bisa sembarangan karena terkait status konservasi kategori A. Di Indonesia, hanya sekitar delapan lembaga konservasi kategori A yang memiliki kapasitas dan legalitas profesional mengelola satwa.
Proses pemilihan pengelola harus selektif dan transparan. Farhan menambahkan opsi pengelolaan langsung oleh pemerintah sempat dipertimbangkan, namun Kejaksaan Tinggi menyarankan tidak dilakukan. “Rekomendasi diberikan untuk menjaga tata kelola akuntabel dan meminimalkan potensi masalah hukum,” ungkapnya.
Baca Juga: Jam Kerja ASN Bandung Dimulai Pukul 06.30 WIB, Lebih Awal Untuk Puasa
Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Sebagai Solusi
Pemerintah daerah diminta tetap menggunakan mekanisme kerja sama yang memiliki sistem pengawasan jelas. Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) dinilai menjadi pilihan paling realistis karena memungkinkan pengawasan berlapis sekaligus menjaga profesionalisme pengelolaan konservasi satwa. Melalui pola KSP, pemerintah tetap memiliki fungsi kontrol yang kuat.
Operasional teknis akan dijalankan oleh lembaga yang kompeten di bidang konservasi dan manajemen satwa. Pendekatan ini diharapkan menghadirkan tata kelola kebun binatang yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan, sehingga harapan masyarakat terhadap ikon wisata edukasi Kota Bandung bisa terwujud.
Pemkot Bandung sendiri terus melakukan koordinasi lintas lembaga untuk memastikan seluruh aspek administratif, hukum, dan teknis berjalan sesuai ketentuan. Keputusan akhir pembukaan akan mempertimbangkan hasil evaluasi komprehensif, mulai dari kesiapan pengelola, standar konservasi, hingga kondisi lingkungan habitat satwa. Ini menunjukkan pendekatan yang holistik.
Kebun Binatang Sebagai Ruang Edukasi Konservasi
Bagi pemerintah kota, keberadaan kebun binatang bukan sekadar destinasi rekreasi. Sebaliknya, kebun binatang dianggap sebagai ruang edukasi konservasi yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil oleh Pemkot Bandung bertujuan untuk menghadirkan kebun binatang yang aman bagi pengunjung sekaligus layak bagi kehidupan satwa di dalamnya.
Farhan meminta masyarakat bersabar menunggu hasil proses seleksi dan penataan pengelolaan. Proses ini membutuhkan waktu dan ketelitian untuk memastikan semua persyaratan terpenuhi dengan baik. Keberhasilan dalam proses ini akan menentukan kualitas jangka panjang Bandung Zoo sebagai lembaga konservasi.
Pemerintah memastikan bahwa setiap keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi satwa dan masyarakat. Dengan demikian, ketika Bandung Zoo dibuka kembali, ia akan benar-benar siap untuk menjalankan fungsi edukasi dan konservasi dengan standar terbaik.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari metrotvnews.com