Wali Kota Bandung jamin biaya medis korban kecelakaan galian kabel, memastikan penanganan cepat dan aman bagi warga terdampak.
Kecelakaan akibat galian kabel di Bandung memicu keprihatinan warga. Wali Kota Muhammad Farhan turun tangan langsung menjamin biaya medis korban, menunjukkan perhatian penuh pada keselamatan masyarakat. Info Kejadian Bandung ini mengungkap respons cepat pemerintah terhadap insiden yang mengejutkan tersebut.
Wali Kota Bandung Pastikan Penanganan Medis Korban Galian Kabel
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pemerintah kota akan menanggapi serius setiap laporan warga yang menjadi korban proyek galian kabel Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT). Ia menjamin biaya medis bagi warga yang mengalami kecelakaan akibat galian tersebut akan ditanggung penuh selama menjalani perawatan di RSUD milik Kota Bandung.
Korban yang melaporkan akan kami tanggapi dengan sangat serius. Korban yang harus masuk ke rumah sakit akan di-cover apabila memang berobatnya di RSUD, kata Farhan di Markas Polrestabes Bandung, Senin (2/3/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga tidak terabaikan, meskipun kecelakaan terjadi akibat kelalaian pihak pelaksana proyek.
Pemerintah kota menekankan pelayanan medis ini merupakan prioritas utama, sementara aspek lainnya seperti ganti rugi kendaraan masih dikaji lebih lanjut. Farhan meminta warga tetap melaporkan insiden agar pihak terkait bisa segera memproses klaim biaya pengobatan secara tepat waktu.
Ganti Rugi Kendaraan Masih Dikaji
Meski menjamin biaya medis, Farhan menyebut pihaknya belum bisa memastikan kompensasi untuk kendaraan yang rusak akibat terperosok lubang galian. Ia menjelaskan, kendaraan yang mengalami kerusakan seharusnya terlebih dahulu diperiksa mekanisme klaim asuransi sebelum pemerintah memberikan ganti rugi tambahan.
Kalau kendaraan yang rusak, kita masih perlu menghitung karena sebetulnya kendaraan itu harusnya di-cover oleh asuransi, ujar Farhan. Hal ini bertujuan agar mekanisme kompensasi tetap sesuai prosedur dan menghindari tumpang tindih klaim.
Warga diimbau untuk mendokumentasikan kondisi kendaraan dan kerusakan sebagai bukti klaim. Pemkot juga menjamin koordinasi akan dilakukan dengan pihak asuransi dan instansi terkait agar proses penyelesaian berjalan cepat.
Baca Juga: SIM Keliling Bandung 2 Maret 2026, Perpanjang SIM A & C Tanpa Ribet!
Teguran Keras Kepada Pelaksana Proyek
Farhan mengaku telah melayangkan teguran tegas kepada sejumlah instansi dan BUMD yang bertanggung jawab atas buruknya pengerjaan proyek galian kabel. Instansi yang ditegur meliputi PT BII, DSDABM, hingga Diskominfo Kota Bandung selaku leading sector.
Teguran tersebut menekankan pentingnya kualitas pengerjaan dan keselamatan warga. Farhan menegaskan pihak pelaksana harus segera menuntaskan seluruh galian yang terbengkalai tanpa menunda pekerjaan.
Pemerintah kota juga memantau secara langsung progres proyek melalui tim pengawas internal. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada lagi galian yang membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.
Target Jalanan Bandung Mulus Pada 6 Maret
Pemerintah Kota Bandung memberikan tenggat waktu singkat untuk membereskan seluruh galian kabel. Farhan menargetkan perbaikan tuntas pada pertengahan pekan ini sehingga jalanan kembali mulus pada 6 Maret 2026.
Teguran keras ini saya pastikan bahwa pada tanggal 5 Maret 2026, semua galian kabel di Kota Bandung sudah beres. Jadi 6 Maret semua sudah mulus, tegas Farhan. Target ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga kelancaran aktivitas warga dan transportasi.
Warga diminta bersabar dan mengikuti informasi resmi terkait perbaikan jalan. Pemkot menegaskan pengerjaan prioritas akan dilakukan di titik-titik yang rawan kecelakaan.
Koordinasi Intensif Dengan Pemerintah Provinsi
Untuk mempercepat proses perbaikan, Pemkot Bandung bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Beberapa titik galian berada di bawah pengawasan provinsi sehingga koordinasi lintas wilayah menjadi penting.
Farhan menekankan pembiaran proyek galian dapat memicu krisis infrastruktur jangka panjang. Pemerintah kota ingin memastikan keselamatan warga tetap terjaga dan jalanan dapat digunakan tanpa hambatan.
Pemerintah juga mengawasi agar kualitas pengerjaan sesuai standar teknis dan estetika kota. Langkah ini diambil untuk mencegah kecelakaan berulang dan meningkatkan kenyamanan bagi warga yang melintas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari suarapena.com