Pemkot Bandung memastikan bahwa program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto berjalan selaras bersama kebijakan Pemerintah Kota Bandung.
Program ini bertujuan memperbaiki kualitas hunian warga melalui penggantian atap rumah tidak layak huni dengan material yang lebih aman, tahan cuaca, serta ramah lingkungan. Farhan menegaskan bahwa langkah sinkronisasi menjadi kunci utama agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif serta tepat sasaran.
Menurut Farhan, pemerintah kota telah menyiapkan data rinci terkait kondisi rumah warga di berbagai wilayah. Pendataan tersebut mencakup aspek kelayakan bangunan, tingkat kerusakan atap, serta kondisi sosial ekonomi pemilik rumah.
Dengan data yang terintegrasi, pelaksanaan program diharapkan mampu menyentuh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, terutama di kawasan padat penduduk serta daerah rawan bencana.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Bandung.
Fokus Peningkatan Kualitas Hunian Warga
Program gentengisasi menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Atap rumah yang layak memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga, melindungi dari cuaca ekstrem, serta meningkatkan kenyamanan hunian. Farhan menilai bahwa perbaikan atap rumah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga bentuk kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Pemkot Bandung menargetkan ratusan rumah warga dapat memperoleh manfaat langsung dari program ini dalam tahap awal. Prioritas diberikan kepada rumah dengan kondisi atap rapuh, bocor, atau berisiko roboh.
Pemerintah daerah juga memastikan penggunaan material berkualitas tinggi agar hasil perbaikan dapat bertahan dalam jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, serta layak huni.
Skema Pelaksanaan Berbasis Data Lapangan
Pelaksanaan program gentengisasi dilakukan melalui skema kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta aparat wilayah setempat.
Data lapangan menjadi dasar utama dalam menentukan lokasi prioritas. Petugas kelurahan bersama tim teknis melakukan survei langsung ke rumah-rumah warga guna memverifikasi kondisi bangunan.
Farhan menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahap pelaksanaan. Proses pendataan, penetapan penerima manfaat, hingga pelaksanaan pembangunan harus dilakukan secara terbuka agar kepercayaan publik tetap terjaga.
Pemerintah kota juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat ketidaksesuaian di lapangan. Dengan mekanisme ini, program diharapkan berjalan adil serta bebas dari praktik penyimpangan.
Baca Juga: Buruh Tambang Kepung Gedung Sate, Tuntut Janji KDM Rp3 Juta Yang Belum Terpenuhi
Arah Pembangunan Permukiman Berkelanjutan
Program gentengisasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari agenda besar pembangunan permukiman berkelanjutan di Kota Bandung.
Farhan menjelaskan bahwa pemerintah kota tengah merancang berbagai program lanjutan, seperti peningkatan sanitasi, pengelolaan air hujan, serta penataan lingkungan berbasis komunitas. Seluruh upaya ini bertujuan menciptakan kawasan hunian yang sehat, aman, serta ramah lingkungan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi tersebut. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta komunitas lokal diharapkan terus bersinergi dalam memperkuat kualitas hidup masyarakat.
Program gentengisasi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat lokal.
Farhan optimistis bahwa keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat bersama Pemkot Bandung mampu mempercepat tercapainya target pembangunan permukiman layak huni.
Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pembangunan yang merata. Melalui langkah terpadu, Bandung diharapkan menjadi kota yang semakin nyaman, tangguh, serta berdaya saing tinggi di masa mendatang.
Dukungan Masyarakat Terhadap Program
Respons masyarakat terhadap program gentengisasi terbilang positif. Warga menyambut baik upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas hunian.
Banyak keluarga mengaku selama bertahun-tahun hidup dengan kondisi atap yang bocor saat hujan serta panas berlebihan saat musim kemarau. Kehadiran program ini memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih layak.
Partisipasi aktif warga turut mendukung kelancaran pelaksanaan. Masyarakat terlibat dalam proses gotong royong, mulai dari persiapan lokasi hingga pengawasan pembangunan. Keterlibatan ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan permukiman.
Farhan menilai semangat kolektif tersebut menjadi modal sosial penting dalam mendukung berbagai program pembangunan di Kota Bandung. Ikuti update terbaru tanpa tertinggal informasi hanya di INFO KEJADIAN BANDUNG.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com