Seorang pemulung ditemukan tewas tenggelam di kubangan bekas proyek TPAS Sarimukti Bandung, insiden ini menyoroti minimnya pengamanan.
Aktivitas di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kerap menjadi tumpuan hidup bagi sebagian masyarakat. Di balik tumpukan sampah dan aroma menyengat, ada harapan yang digantungkan oleh para pemulung demi menyambung hidup. Namun, harapan itu berubah menjadi duka.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada sore hari ketika korban, yang diketahui berusia sekitar 45 tahun, tengah mencari barang-barang bekas yang masih memiliki nilai jual. Seperti hari-hari sebelumnya, ia menyusuri area bekas proyek yang kini menyisakan kubangan besar berisi air berwarna keruh. Kubangan itu terbentuk dari cekungan tanah yang terisi air hujan dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut keterangan sejumlah saksi, korban sempat terlihat berjalan di tepi kubangan sambil membawa karung. Tanah di sekitar lokasi diketahui labil dan licin, terutama setelah hujan turun. Diduga kuat korban terpeleset dan terjatuh ke dalam kubangan yang cukup dalam. Karena tidak bisa berenang dan tidak ada pegangan untuk menyelamatkan diri, korban akhirnya tenggelam.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara menyebutkan korban murni mengalami kecelakaan tanpa adanya unsur kekerasan. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kondisi Lokasi Yang Memprihatinkan
Area bekas proyek di sekitar TPAS Sarimukti memang dikenal memiliki banyak cekungan tanah yang tidak lagi difungsikan. Cekungan tersebut perlahan berubah menjadi kubangan besar ketika musim hujan tiba. Tanpa pagar pembatas atau rambu peringatan yang memadai, lokasi itu menjadi ancaman tersembunyi bagi siapa saja yang beraktivitas di sekitarnya.
Selain kedalaman air yang sulit diperkirakan, dasar kubangan juga dipenuhi lumpur tebal yang bisa menghisap kaki. Sekali terperosok, seseorang akan kesulitan untuk naik kembali tanpa bantuan. Kondisi ini semakin berbahaya karena sebagian besar pemulung bekerja seorang diri tanpa perlengkapan keselamatan.
Warga sekitar mengaku sudah lama mengkhawatirkan keberadaan kubangan tersebut. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret untuk menutup atau mengamankan area itu secara permanen.
Baca Juga: Obyek Wisata Perhutani di Bandung Barat Lunasi Pajak Usai Disegel
Risiko Pekerjaan Pemulung
Profesi pemulung sering kali luput dari perhatian, padahal risiko yang mereka hadapi sangat besar. Selain ancaman tertimpa longsoran sampah, mereka juga rentan terhadap paparan zat berbahaya, benda tajam, hingga kecelakaan seperti yang terjadi kali ini.
Keterbatasan ekonomi memaksa banyak orang tetap bekerja di lingkungan berisiko tinggi. Tanpa perlindungan asuransi atau jaminan keselamatan kerja, para pemulung menggantungkan keselamatan mereka pada kewaspadaan pribadi. Ironisnya, kondisi lingkungan yang tidak tertata membuat risiko semakin sulit dihindari.
Peristiwa tenggelamnya seorang pemulung ini menjadi gambaran nyata bahwa aspek keselamatan di area pembuangan sampah dan bekas proyek perlu mendapat perhatian lebih serius dari berbagai pihak.
Harapan dan Tuntutan Warga
Pasca kejadian, sejumlah warga dan pemulung lainnya berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap keamanan lokasi. Mereka menginginkan adanya pagar pembatas, papan peringatan, serta penimbunan kubangan yang dinilai membahayakan.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah dan pengelola TPAS untuk lebih memperhatikan nasib para pemulung yang menggantungkan hidup di sana. Pelatihan keselamatan kerja, penyediaan alat pelindung diri, hingga pendataan pekerja informal dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Duka yang dirasakan keluarga korban kini menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sepele. Di tengah upaya mencari nafkah, setiap pekerja berhak atas lingkungan yang aman dan terlindungi. Tragedi ini diharapkan menjadi momentum perubahan, agar tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia di kubangan bekas proyek.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Gambar:
- Gambar pertama dari KOMPAS.com
- Gambar kedua dari Ayo Bandung