Mahasiswa Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi korban pengeroyokan yang menyebabkan luka serius hingga harus dirawat di rumah sakit.

Insiden yang berlangsung di kawasan Tamansari, dekat kampus Unisba, pada Senin malam, 28 Juli 2025, ini diduga dipicu oleh konflik asmara. Dibawah ini Info Kejadian Bandung akan memberikan ulasan lengkap mengenai peristiwa ini, yuk kita simak lebih lanjut!
Kronologi Pengeroyokan Mahasiswa Unisba
Peristiwa pengeroyokan bermula ketika korban, berinisial H, bertemu dan berbicara dengan seorang pelaku di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Dalam beberapa menit, sekitar 15 orang lainnya datang dan langsung melakukan penganiayaan tanpa peringatan.
Kerabat korban, Dinda (22), menjelaskan bahwa pengeroyokan terjadi tanpa basa-basi. Korban mengalami pukulan bertubi-tubi yang membuatnya babak belur dan pingsan di lokasi kejadian.
Luka Parah Akibat Pengeroyokan
Akibat serangan brutal tersebut, korban mengalami luka serius, termasuk patah tulang hidung akibat hantaman keras, luka pada rusuk dan bagian tubuh lain seperti tangan dan kaki lecet-lut.
Korban sempat menjalani operasi untuk memperbaiki patah hidung dan kini masih dalam perawatan intensif di rumah sakit kota Bandung. Situasi medis korban menjadi perhatian serius penyidik dan keluarga.
Diduga Dipicu Konflik Asmara
Menurut keterangan Dinda, pengeroyokan bermula dari persoalan asmara antara korban dengan seorang kenalan perempuan yang diduga memicu konflik. Korban sempat diteror oleh pelaku sebelum akhirnya diserang massal di lokasi.
Teman perempuan korban disebut meminta bantuan dari teman-teman lelakinya untuk menyerang H, sehingga menjadi pengeroyokan oleh belasan orang.
Baca Juga: Pemkot Bandung Pastikan Tak Ada Penghapusan Cagar Budaya Kota
Tindakan Polisi dan Proses Hukum

Setelah kejadian, teman korban segera melaporkan pengeroyokan ke pihak berwajib. Korban bersama saksi kemudian membuat laporan di Polsek Bandung Wetan.
Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo, mengonfirmasi telah menerima laporan dan kini kasus sedang dalam penyelidikan.
Polisi tengah memanggil saksi, terduga pelaku, dan menelusuri motif serta detail kejadian untuk proses hukum selanjutnya.
Respons dan Langkah Kampus Unisba
Pihak Universitas Islam Bandung melalui Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT), Ade Mahmud, menyatakan telah melakukan klarifikasi tahap awal. Mereka memanggil pihak terkait, termasuk korban, pelaku, dan saksi, serta berkoordinasi dengan kepolisian dan orang tua kedua belah pihak.
Unisba menegaskan kasus tersebut ditangani secara objektif sesuai aturan hukum dan peraturan kampus, demi menjaga keselamatan dan keamanan civitas akademika.
Reaksi Masyarakat dan Harapan Penyelesaian
Kejadian pengeroyokan ini mengundang keprihatinan luas masyarakat khususnya lingkungan akademik di Bandung. Banyak pihak mengecam kekerasan dan mengingatkan pentingnya penyelesaian persoalan secara damai dan legal.
Harapan bersama adalah agar proses hukum berjalan adil, pelaku mendapatkan sanksi sesuai hukum, dan kampus terus meningkatkan mekanisme perlindungan serta edukasi antikekerasan di lingkungan mahasiswa.
Kesimpulan
Seorang mahasiswa Unisba di Bandung mengalami pengeroyokan oleh sekitar 15 orang, diduga dipicu konflik asmara, hingga mengalami luka parah yang mengharuskannya dirawat di rumah sakit. Insiden yang terjadi di kawasan Tamansari ini memicu penyelidikan polisi dan respons aktif dari pihak kampus Unisba melalui Satgas PPKPT.
Korban mendapati luka serius termasuk hidung patah akibat penganiayaan brutal. Proses hukum tengah dilakukan dengan koordinasi antara kepolisian, kampus, korban, dan keluarga. Kasus ini menjadi sorotan penting mengenai keamanan mahasiswa dan penanganan konflik secara benar.
Masyarakat mengharapkan keadilan ditegakkan dan kampus lebih sigap melindungi mahasiswanya dari kekerasan serupa. Untuk update terbaru dan informasi lengkap seputar berbagai kejadian di Bandung, seperti bencana alam, kemacetan, dan kegiatan masyarakat, anda bisa kunjungi Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jatim.antaranews.com
- Gambar Kedua dari jabar.antaranews.com