Pedagang kelapa parut di Pasar Muka Cianjur tewas ditusuk sesama pedagang setelah konflik kecil berawal dari kesalahpahaman yang membuat pelaku tersulut emosi.
Korban berinisial US (36) meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian perut. Polisi menyebut aksi tersebut dilakukan oleh DAM (29), sesama pedagang di kawasan pasar, yang diduga tersulut emosi akibat kesalahpahaman kecil.
INFO KEJADIAN BANDUNG akan mengulas kronologi penusukan pedagang kelapa parut di Pasar Muka Cianjur, mulai dari awal konflik, aksi pelaku, hingga proses penanganan polisi.
Awal Mula Keributan Bermula dari Sebuah Tawa
Kejadian bermula ketika DAM berada di area parkir Pasar Muka pada Selasa (22/7/2026) sore. Saat itu, tersangka sedang mencari seorang pedagang berinisial D untuk membahas urusan jual beli ikan.
Dalam pertemuan tersebut, DAM bertanya kepada korban mengenai keberadaan D. Korban kemudian menjawab pertanyaan itu sambil tertawa. Namun, respons tersebut justru membuat tersangka merasa tersinggung dan menganggap korban merespons dengan cara yang tidak menghargainya.
Kepala Polres Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa korban kemudian memilih kembali ke lapaknya tanpa memperpanjang persoalan.
“Korban kemudian menuju lapak dagangannya tanpa menghiraukan tersangka yang memanggilnya,” ujar Yurikho.
Cekcok Kembali Terjadi Hingga Berujung Penusukan
Situasi kembali memanas ketika DAM bertemu lagi dengan korban di dalam area pasar. Pertemuan kedua tersebut membuat keduanya terlibat adu mulut hingga terjadi aksi saling dorong.
Pedagang lain yang berada di lokasi langsung mencoba melerai keduanya agar konflik tidak semakin besar. Setelah itu, DAM sempat meninggalkan area pasar.
Namun, beberapa saat kemudian tersangka kembali datang membawa sebilah pisau. Polisi menemukan bahwa pisau tersebut diambil dari lapak pedagang daging yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Tanpa diduga, DAM langsung menyerang korban dan menusukkan pisau tersebut satu kali ke bagian perut kiri US. Setelah melakukan aksinya, tersangka langsung melarikan diri dari lokasi.
Baca Juga: Tagih Utang Berujung Maut, Pria di Bandung Tewas Ditusuk Teman Sendiri
Korban Sempat Dibawa ke Rumah Sakit, Nyawa Tak Tertolong
Usai kejadian, beberapa pedagang membantu membawa korban untuk mendapatkan pertolongan medis. Ayah tersangka bersama seorang pedagang ikut membawa US ke rumah sakit dengan harapan nyawanya masih bisa diselamatkan.
Namun, luka yang dialami korban cukup parah. Polisi menyebut korban mengalami luka tusuk sedalam sekitar 14 sentimeter di bagian perut kiri.
Meskipun mendapatkan penanganan medis, US akhirnya meninggal dunia akibat luka serius tersebut. Kabar kematian korban membuat warga dan pedagang sekitar Pasar Muka merasa terpukul.
Polisi Tangkap Pelaku, Pisau dan Obat Keras Diamankan
Setelah menerima laporan, jajaran Polres Cianjur langsung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan pelaku. Polisi berhasil menemukan DAM sekitar tiga jam setelah kejadian.
Tersangka ditangkap saat bersembunyi di rumah istrinya di kawasan Babakankaret, Cianjur. Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang diamankan berupa sebilah pisau yang diduga digunakan untuk menyerang korban serta puluhan butir obat keras.
Menurut polisi, saat kejadian DAM berada dalam pengaruh minuman keras yang dicampur dengan obat keras jenis camplet aprazolam.
“Saat kejadian, tersangka berada di bawah pengaruh minuman keras yang dicampur dengan obat keras jenis camplet aprazolam,” kata Yurikho.
Tersangka Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Saat ini, DAM masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Cianjur. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan motif dan detail aksi penusukan tersebut.
Atas perbuatannya, DAM dijerat Pasal 458 ayat 1 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman hukuman maksimal yang menanti tersangka mencapai 15 tahun penjara.
Polisi juga menyampaikan kondisi tersangka masih belum sepenuhnya stabil karena dugaan pengaruh alkohol dan obat-obatan yang dikonsumsi sebelum kejadian.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil yang tidak terkendali dapat berubah menjadi tragedi besar. Polisi mengimbau masyarakat agar menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin dan menghindari tindakan yang merugikan banyak pihak.