Banjir melanda Dayeuhkolot Bandung akibat luapan Sungai Citarum, dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,6 meter.
Hujan lebat sejak Jumat (10/4/2026) picu luapan Sungai Citarum yang ekstrem di Kabupaten Bandung secara tiba-tiba. Selain itu, ribuan rumah di Dayeuhkolot terendam hingga 1,6 meter sehingga lumpuhkan aktivitas warga sejak Sabtu malam. BPBD catat 14.400 jiwa terdampak di empat desa/kelurahan, dengan puluhan mulai mengungsi ke tempat aman.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Kronologi Banjir Dahsyat Citarum
Air naik drastis sejak pukul 20.00 WIB Sabtu setelah curah hujan intensif lebih satu jam tanpa henti. Sungai Citarum, Cikancana, dan Cigede meluap bersamaan sehingga genangi permukiman rendah secara cepat. Warga Dayeuhkolot terbangun tengah malam hadapi air bah deras yang menakutkan.
Kampung Balilis (RW 03) jadi titik terparah dengan genangan 1,6 meter yang luar biasa. Jalan Raya Dayeuhkolot terendam 50-100 cm sehingga hambat kendaraan bermotor lewat sama sekali. Hingga Minggu pagi, air belum surut signifikan meski pompa kerja keras.
Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Canggung Wetan, dan Kelurahan Pasaw jadi korban utama musibah ini. Total 3.800 KK atau 14.400 jiwa kena dampak luas yang memprihatinkan. Banjir tahunan kian parah akibat sedimentasi sungai yang menumpuk.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Wilayah Terdampak dan Ketinggian Air
Kampung Bojongasih dan Babakanuriang genang lebih dari satu meter sehingga lumpuhkan rumah tangga sepenuhnya. Di Canggung Wetan, Kampung Cibug Hil capai 1,3 meter masuk hingga ruang tamu warga. Warga pakai perahu karet evakuasi barang berharga dengan panik.
Kampung Citeureup dan Leuwi Bandung genang 10-60 cm tapi volume besar luar biasa. Jalan kampung putus total sehingga isolasi warga dari bantuan luar sementara waktu. Listrik padam tambah sulit situasi malam hari yang gelap.
Baleendah, Banjaran, Bojongsoang turut terdampak ringan sepinggang dewasa orang. Total tiga kecamatan Kabupaten Bandung was-was penuh ancaman. Sungai Citarum jadi biang kerok utama musibah dahsyat ini.
Baca Juga: Drainase Buruk, Air Meluber ke Jalan AH Nasution Bandung, Ini Kondisinya
Respons Evakuasi dan Bantuan
BPBD Kabupaten Bandung mengerahkan sekitar 50 personel untuk membantu evakuasi warga sejak subuh pada Minggu secara intensif. Perahu karet dan rubber boat digunakan untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak ke posko pengungsian di sekolah terdekat. Bantuan logistik seperti makanan dan selimut juga didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan darurat.
Camat Asep Suryadi berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memantau kondisi secara real-time. Posko utama di balai desa difungsikan sebagai pusat koordinasi bantuan darurat yang terus aktif. TNI dan Polri juga disiagakan untuk membantu warga yang mobilitasnya terganggu.
Dinas Kesehatan siaga memberikan layanan medis guna mencegah penyakit pasca-banjir seperti dermatitis. Air bersih dan obat-obatan disalurkan gratis untuk mencegah kasus diare, terutama pada anak-anak. Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan anggaran darurat sebesar Rp500 juta untuk mendukung operasional penanganan awal.
Upaya Pencegahan Jangka Panjang
Normalisasi Sungai Citarum menjadi prioritas utama pasca evaluasi program Citarum Harum yang dinilai belum optimal. Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat merencanakan normalisasi sepanjang 30 kilometer pada 2026 secara masif. Sedimentasi yang tebal disebut menjadi penyebab utama luapan banjir yang terjadi berulang setiap tahun.
Relokasi warga di bantaran sungai juga dipercepat, termasuk sekitar 500 kepala keluarga di wilayah Dayeuhkolot ke lokasi yang lebih aman. Program bedah rumah tahan banjir serta pembangunan tanggul beton disiapkan untuk meningkatkan ketahanan kawasan. Selain itu, edukasi pengelolaan drainase rumah tangga digencarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
Perubahan iklim turut memperparah kondisi cuaca ekstrem di Jawa Barat pada tahun ini. Revitalisasi menyeluruh terhadap Sungai Citarum dinilai sudah mendesak setelah lebih dari satu abad permasalahan terjadi. Kolaborasi lintas daerah diperlukan untuk mencegah dampak lanjutan hingga wilayah Bandung dan Cimahi.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
Gambar Kedua dari matabandung.pikiran-rakyat.com