Peristiwa menyedihkan terjadi di Bandung Zoo, bayi harimau Benggala Huru meninggal setelah mengalami kondisi kesehatan sejak lahir.
Bayi harimau Benggala bernama Huru dinyatakan meninggal di Bandung Zoo, tak lama setelah saudaranya, Hara. Keduanya diduga tertular virus panleukopenia sejak lahir dari induk pembawa virus. Kematian ini mengejutkan warga Bandung dan memicu sorotan terhadap pengelolaan satwa di kebun binatang.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Asal‑Usul Huru Dan Hara
Huru dan Hara lahir pada 12 Juli 2025 dari induk Shah Rukh Khan (22 tahun) dan Jelita (4,5 tahun). Keduanya menjadi bagian proyek konservasi pembiakan harimau Benggala di Bandung Zoo. Induk jantan dan betina diketahui sama‑sama pembawa virus, sehingga anak‑anaknya sudah terinfeksi sejak dini.
Meski sejak lahir berisiko tinggi, Huru dan Hara sempat tumbuh dalam pemantauan ketat tim dokter dan perawat satwa. Upaya pemeliharaan dan pengobatan rutin dilakukan untuk menjaga kekebalan mereka. Namun daya tahan tubuh bayi harimau sangat rentan, sehingga ancaman kematian selalu mengintai sejak awal.
Pihak Bandung Zoo dan BBKSDA Jabar mengakui risiko besar ini sejak dini, namun tetap memberi peluang hidup kepada keduanya. Kematian keduanya menyisakan duka bagi warga Bandung yang mengenal mereka sebagai bagian dari ikon kota.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kematian Hara Lalu Disusul Huru
Hara, anak harimau pertama, meninggal pada 24 Maret 2026, usia sekitar delapan bulan. Penyakitnya memburuk dengan gejala muntah, diare, dan darah pada kotoran, meski sempat menunjukkan stabilitas sebelumnya. Kematian Hara memperberat tekanan pada tim medis dan pengelola untuk menyelamatkan Huru.
Setelah Hara mati, Huru tampak membaik dan sempat melewati fase kritis 48–72 jam, sehingga tim optimistis ia bisa bertahan. Namun pada pagi 26 Maret 2026, Huru ditemukan menurun drastis dan tidak tertolong lagi. Kematian Huru terjadi di tengah situasi Bandung Zoo yang sedang ditutup sementara karena masalah internal manajemen.
Kejadian ini memperparah sorotan publik terhadap kondisi pengelolaan satwa. Dua kematian beruntun dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan soal kualitas perawatan dan kesejahteraan harimau lain di kebun binatang.
Baca Juga: Aksi Tegas! Polisi Gagalkan Distribusi 1.500 Liter Tuak di Bandung!
Penyebab Dan Upaya Penyelamatan
BBKSDA Jabar menyatakan penyebab kematian Huru dan Hara adalah virus felin panleukopenia, yang menyerang kucing besar dan melemahkan sistem imun. Virus ini menurunkan drastis sel darah putih, sehingga tubuh sulit melawan infeksi dan mudah kolaps. Karena terbawa dari induk, keduanya sudah terpapar sejak lahir, meski mendapat perawatan intensif.
Tim medis memberikan terapi cairan, antibiotik, dan pemantauan terus‑menerus di kandang isolasi. Namun daya tahan bayi harimau sangat lemah, sehingga upaya medis sulit menghentikan serangan total. Hasil nekropsi dan pemeriksaan lengkap masih ditunggu pihak terkait untuk memastikan detail proses kematian.
Pemerintah dan BBKSDA menegaskan kematian ini bukan karena kelalaian, melainkan penyakit mematikan dari induk. Meski begitu, kasus ini menjadi pukulan bagi citra konservasi Bandung Zoo, terutama di tengah krisis pengelolaan.
Evaluasi Dan Dampak ke Manajemen
Pemkot Bandung dan pengelola kini mengevaluasi total pengelolaan satwa di Bandung Zoo, termasuk protokol kesehatan dan skrining induk sebelum pembiakan. Kematian dua anak harimau beruntun mengingatkan bahwa manajemen kesehatan satwa harus jauh lebih ketat. Evaluasi ini juga menyasar pemantauan imun, biosekuriti, dan kualitas kandang.
Kasus ini menambah tekanan pada manajemen Bandung Zoo yang sedang menghadapi konflik internal dan penutupan sementara. Pemkot berjanji memperkuat kerja sama dengan BBKSDA Jabar dan lembaga konservasi agar standar perawatan lebih tinggi. Kebun binatang diharapkan kembali menjadi tempat konservasi yang aman, khususnya untuk satwa kunci seperti harimau Benggala.
Masyarakat turut berduka atas kehilangan Huru dan Hara, yang dikenal sejak kecil lewat edukasi dan promosi Bandung Zoo. Harapan konservasi kini beralih ke harimau lain, dengan perbaikan pola pemeliharaan, pencegahan penyakit, dan transparansi ke publik. Dengan begitu, kebun binatang diharapkan bisa bangkit dan belajar dari pengalaman pahit ini.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari radarbandung.id