Kasus pembunuhan tragis terjadi di Cipatat ketika seorang kakak tiri tega menghabisi nyawa adiknya sendiri akibat dendam lama.
Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang bocah SD berinisial AS (12) di Kampung Warung Tiwu, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya terkuak. Pelaku, MZ (28), yang tak lain adalah kakak tiri korban, kini telah diamankan pihak kepolisian. Motif di balik aksi keji ini sungguh mengejutkan dan menggambarkan sisi gelap emosi manusia.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Akumulasi Kekecewaan, Awal Mula Petaka
Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, melalui Kapolres AKBP Niko N. Adi Putra, berhasil mengungkap motif pembunuhan sadis ini. Pelaku, MZ, tega menghabisi nyawa adik tirinya karena akumulasi rasa kesal yang telah dipendam selama bertahun-tahun. Perasaan ini mengakar kuat hingga memicu tragedi.
Aksi keji MZ dipicu oleh perasaan cemburu dan tidak adil. Ia merasa orang tua mereka memperlakukan korban, AS, secara berbeda atau lebih istimewa dibandingkan dirinya. Diskriminasi perlakuan ini menjadi benih kebencian yang terus tumbuh dalam diri pelaku.
Selain itu, Kapolres Niko juga mengungkapkan bahwa pelaku merasa kesal karena korban sering kali membuat dirinya marah selama mereka tinggal bersama. “Adiknya ini menurut pelaku sering membuat kesal pelaku selama mereka tinggal bersama,” jelas Niko, merangkum kompleksitas hubungan kakak-adik tiri ini.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Puncak Amarah, Sebuah Tawaran Kontrakan Berujung Maut
Puncak emosi MZ terjadi pada Selasa (3/3/2026) ketika ia mendatangi rumah ibunya. Niat awalnya adalah untuk menawarkan rumah tersebut kepada seseorang yang ingin mengontrak, dengan harapan mendapatkan uang tambahan dari kesepakatan tersebut. Ini menunjukkan adanya motif ekonomi awal.
Ketika tiba di lokasi, ibu mereka tidak ada di rumah. MZ kemudian bertemu dengan korban, AS, yang berada di lantai dua. Pertemuan ini menjadi titik balik krusial yang mengarah pada konflik tak terhindarkan.
Saat korban mengetahui niat pelaku untuk mengontrakkan rumah, muncul perdebatan sengit di antara keduanya. “Korban menyampaikan sesuatu yang membuat pelaku marah, jadi kata-katanya kurang lebih, ‘Untuk apa menawarkan kontrakan, toh nanti uangnya akan kamu (pelaku) ambil’,” papar Niko. Kata-kata inilah yang seketika menyulut emosi pelaku hingga tak terkendali.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Farhan Ubah Food Waste MBG Jadi Peluang, Bukan Beban
Tindakan Brutal, Senjata Tajam Merenggut Nyawa
Ucapan polos korban yang menyudutkan itu membuat MZ gelap mata. Ia tidak mampu lagi mengendalikan emosinya yang telah menumpuk. Tanpa berpikir panjang, MZ langsung mengambil sebilah golok yang kebetulan ada di rumah tersebut.
Dengan golok di tangan, MZ menyerang korban secara brutal dan membabi buta. Luka-luka yang ditemukan pada tubuh korban sangat mengerikan. “Ada luka terbuka di leher akibat dari pelaku menggorok leher korban,” jelas Niko, menggambarkan kekejaman serangan tersebut.
Selain gorokan di leher, pelaku juga menusuk punggung dan menyayat pergelangan tangan korban. “Luka itu ada persesuaian dengan hasil autopsi dan pengakuan pelaku,” tambah Niko, menegaskan bahwa hasil visum mendukung keterangan pelaku.
Penemuan Tragis Dan Proses Hukum Berlanjut
Korban, seorang siswa kelas 6 SD, ditemukan tewas bersimbah darah oleh ibunya di dalam rumah. Penemuan ini tentu menjadi pukulan telak bagi sang ibu yang tidak menyangka anaknya menjadi korban kekejaman. Masyarakat pun dibuat gempar.
Beruntung, pihak kepolisian berhasil mengamankan MZ hanya beberapa jam setelah kejadian. Kecepatan penanganan kasus ini patut diacungi jempol, mencegah pelaku melarikan diri lebih jauh dan menghilangkan jejak.
Saat ini, MZ telah ditahan di Mapolres Cimahi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat pahit akan bahaya emosi yang tidak terkendali dan kompleksitas hubungan keluarga.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari tempo.co