Wali Kota Bandung, Farhan, mengambil langkah inovatif untuk menangani sampah selama bulan Ramadan strategi ini mencakup penempatan.
pengangkutan real-time, serta kampanye edukasi lingkungan bagi warga. Kolaborasi antara pemerintah, DLH, aparat kecamatan, dan komunitas lokal memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman. Program ini tidak hanya mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga mendorong budaya peduli lingkungan, meningkatkan kualitas hidup warga dan menjadi model pengelolaan sampah Ramadan yang bisa diadopsi kota lain di Indonesia.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Farhan Inovatif Atasi Sampah Ramadan Bandung
Wali Kota Bandung, Farhan, mengambil langkah inovatif untuk menangani masalah sampah selama bulan Ramadan. Program ini digagas menyusul lonjakan volume sampah yang biasa terjadi saat masyarakat melakukan aktivitas ngabuburit, belanja kebutuhan berbuka, dan berbagi takjil.
Farhan menegaskan bahwa penanganan sampah bukan sekadar pembersihan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kebersihan kota dan kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan strategis, Pemerintah Kota Bandung berupaya memastikan lingkungan tetap nyaman bagi warga yang merayakan Ramadan.
Program ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, aparat kecamatan, serta komunitas peduli lingkungan. Sinergi ini menjadi kunci agar pengelolaan sampah efektif, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Strategi Penanganan Sampah Ramadan
Menurut Farhan, penanganan sampah dilakukan dengan pendekatan proaktif dan inovatif. Petugas DLH akan menempatkan tempat sampah tambahan di titik-titik keramaian seperti pasar Ramadan, masjid, dan kawasan wisata kuliner.
Selain itu, mobil pengangkut sampah dan truk komposter disiagakan sejak sore hari hingga malam, mengikuti lonjakan aktivitas masyarakat. Langkah ini diharapkan mengurangi tumpukan sampah dan mencegah pencemaran lingkungan.
Program ini juga memanfaatkan teknologi digital untuk memantau volume sampah secara real-time. Data yang terkumpul digunakan untuk mengoptimalkan rute pengangkutan dan memastikan semua titik keramaian terlayani secara maksimal.
Baca Juga: Heboh! Pria di Bandung Terekam Tendang Pacar, CCTV Viral di Media Sosial
Warga Terlibat Edukasi Lingkungan
Selain pengelolaan teknis, Farhan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. Warga diminta untuk berpartisipasi dengan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah organik dan non-organik, serta mendukung program daur ulang.
Beberapa komunitas lokal dilibatkan untuk melakukan kampanye kebersihan dan edukasi lingkungan di pasar Ramadan dan area publik. Mereka membagikan tips pengelolaan sampah rumah tangga serta mendorong penggunaan kantong ramah lingkungan.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjaga kebersihan selama Ramadan, tetapi juga membentuk budaya masyarakat Bandung yang peduli lingkungan dalam jangka panjang.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Farhan menyampaikan optimisme bahwa strategi ini akan memberikan dampak nyata bagi kebersihan kota. Selain lingkungan lebih bersih, program ini juga meningkatkan kualitas hidup warga dan kenyamanan pengunjung pasar Ramadan.
Selain itu, pengelolaan sampah yang efektif akan membantu pemerintah kota menekan biaya operasional sekaligus membuka peluang untuk memanfaatkan sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan penghijauan kota.
Wali Kota berharap langkah ini menjadi model pengelolaan sampah Ramadan yang bisa diadopsi kota-kota lain di Indonesia. Dengan sinergi pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan, Bandung bisa menjadi contoh kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan selama bulan suci.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.id