Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menanggapi tantangan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengelolaan food waste program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Farhan menekankan bahwa pengolahan limbah makanan bukan beban, melainkan peluang untuk sirkular ekonomi. Limbah makanan dimanfaatkan sebagai media tanam urban farming, hasil panen untuk dapur sehat dan pencegahan stunting.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Farhan Jawab Tantangan BGN Food Waste MBG
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, merespons tantangan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pengelolaan food waste program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN sebelumnya meminta pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan limbah makanan tidak menimbulkan isu lingkungan.
Farhan menekankan bahwa Kota Bandung telah memiliki infrastruktur dan program yang mendukung pengolahan sampah secara efektif. Saat ini terdapat 295 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai wilayah, mendukung program gizi masyarakat dan MBG.
Menurutnya, pengelolaan food waste bukanlah beban, melainkan bagian dari strategi menciptakan sirkular ekonomi. Program ini justru membantu pemanfaatan limbah makanan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!
Pemanfaatan Food Waste Untuk Sirkular Ekonomi
Farhan menjelaskan, pengolahan food waste di Bandung dimulai dari tingkat kewilayahan. Setiap wilayah memiliki tempat pemilahan sampah dan fasilitas pengolahan sampah yang memadai. Hasil pemilahan sampah kemudian dimanfaatkan sebagai media tanam untuk program urban farming.
“Hasil pemilahan sampah digunakan untuk media tanam dalam urban farming. Dengan cara ini, limbah makanan dapat dimanfaatkan kembali menjadi sumber daya yang berguna,” kata Farhan, Minggu (8/3/2026).
Program ini diharapkan dapat mendorong masyarakat ikut serta dalam pengelolaan limbah secara mandiri. Dengan pendekatan ini, food waste tidak lagi menjadi masalah lingkungan, melainkan peluang untuk pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan lokal.
Baca Juga: Heboh! Satgas Bandung Bersiap Hapus Parkir Liar Jelang Lebaran 2026
Dapur Sehat dan Upaya Cegah Stunting
Selain menjadi media tanam, hasil panen dari urban farming yang memanfaatkan food waste digunakan untuk dapur sehat dan program penanganan stunting. Hal ini sejalan dengan target BGN untuk memastikan program MBG berdampak positif bagi kualitas gizi anak-anak.
“Dengan memanfaatkan limbah makanan secara cerdas, kita dapat menyediakan bahan makanan segar untuk dapur sehat sekaligus membantu pencegahan stunting di Kota Bandung,” ujar Farhan.
Program ini juga menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia dalam mengintegrasikan pengelolaan food waste dengan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat. Selain efisien, model ini mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Farhan menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam program pengelolaan food waste. Dukungan aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar sirkular ekonomi ini berjalan optimal. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong edukasi dan sosialisasi terkait pemilahan sampah di rumah tangga, sekolah, dan fasilitas umum.
Selain itu, pemerintah terus mendorong edukasi terkait pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, sekolah, dan tempat umum. Hal ini untuk memastikan limbah makanan yang dihasilkan dapat diproses dengan benar, mengurangi sampah, dan memberi manfaat bagi lingkungan.
Dengan langkah-langkah ini, pengolahan food waste MBG di Kota Bandung dapat menjadi model bagi kota lain. Farhan menegaskan bahwa inisiatif ini bukan beban, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari jabar.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari jabar.jpnn.com