Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Barat resmi menunjuk kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) baru untuk masa bakti 2026-2031.
Penunjukan ini merupakan hasil dari Musyawarah Wilayah (Muswil) serta Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang ketat. Nama Syaiful Huda kembali dipercaya untuk memimpin DPW PKB Jawa Barat sebagai Ketua Dewan Tanfidz, menandai kesinambungan kepemimpinan di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
Nikmati rangkuman berita dan informasi terpercaya lainnya yang bisa menambah wawasan Anda di Info Kejadian Bandung.
Struktur Kepengurusan Baru Yang Solid
Dalam struktur kepengurusan DPW PKB Jawa Barat periode 2026-2031, Syaiful Huda secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Tanfidz. Ini menunjukkan kepercayaan DPP PKB terhadap rekam jejak dan kapabilitasnya dalam memimpin organisasi partai di salah satu provinsi strategis di Indonesia.
Posisi penting lainnya diisi oleh Acep Adang Ruhiat sebagai Ketua Dewan Syura, yang akan didampingi oleh Sidkon Djampi sebagai Sekretaris Dewan Syura. Kemudian, Acep Jamaludin dipercaya mengisi posisi Sekretaris Dewan Tanfidz, dan Moch Nur Ainul Yaqin menjabat sebagai Bendahara. Formasi ini diharapkan mampu membawa PKB Jabar semakin maju.
Ketua DPP PKB Bidang Penguatan Organisasi, Legislatif, dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar, atau Gus Halim, menyatakan bahwa penetapan Syaiful Huda adalah bagian dari strategi besar PKB. Hal ini bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi di daerah, khususnya di Jawa Barat yang memiliki basis pemilih besar dan dinamis.
Orientasi PKB, Bukan Sekadar Menang, Tapi Mampu Mengelola Pemerintahan
Gus Halim menegaskan bahwa penataan kepengurusan ini sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. PKB tidak hanya berorientasi pada kemenangan elektoral semata, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan dalam mengelola pemerintahan secara profesional dan bertanggung jawab. Kemenangan tanpa kemampuan mengelola akan sia-sia.
“Kalau hanya sekadar menang itu bukan pekerjaan berat. Tantangan terberat adalah setelah menang, apakah kita mampu mengelola pemerintahan dengan baik. Kalau tidak, kemenangan itu tidak ada gunanya,” ujar Gus Halim pada Jumat (23/1/2026). Pernyataan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh kader.
Ia juga menjelaskan bahwa seluruh hasil Muswil, termasuk struktur kepengurusan DPW PKB Jawa Barat di bawah Syaiful Huda, program kerja, serta langkah-langkah lanjutan partai, telah disampaikan secara terbuka. Informasi ini dibagikan kepada jajaran DPW dan DPC melalui pertemuan daring untuk memastikan transparansi dan keselarasan.
Baca Juga: Kasus TPPU, Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Diadili di Bandung
Memperkuat Kaderisasi Dan Komitmen
Selain pengukuhan kepengurusan baru, jajaran pengurus DPW PKB Jawa Barat juga akan mengikuti Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Agenda ini disertai dengan orientasi politik bagi pengurus masa bakti 2026-2031, yang akan digelar mulai Februari hingga awal April 2026. Ini menunjukkan keseriusan partai dalam mempersiapkan kadernya.
Gus Halim menambahkan, pelantikan pengurus DPW bukan sekadar seremoni belaka. Kegiatan ini akan diikuti dengan penandatanganan kontrak komitmen dan kontrak kinerja oleh para Ketua DPW, termasuk Ketua DPW PKB Jawa Barat. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan akuntabilitas dan tanggung jawab.
“Ada dua kontrak yang ditandatangani, kontrak komitmen dan kontrak kinerja. Ditambah Akpolbang, ini menegaskan bahwa PKB serius menyiapkan kader untuk mengelola pemerintahan dan mengabdi kepada bangsa dan negara sesuai ideologi partai,” tuturnya. Inisiatif ini mencerminkan visi jangka panjang PKB.
Optimisme Menyongsong Masa Depan
Dengan kepemimpinan Syaiful Huda di DPW PKB Jawa Barat, DPP PKB menyatakan optimismenya. Soliditas organisasi partai di daerah diyakini akan semakin kuat, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan politik dan pemerintahan yang akan datang. Kepercayaan ini didasari oleh kapabilitas dan pengalaman Syaiful Huda.
“Kami sangat yakin ketika publik mencermati dinamika internal PKB, mereka akan sampai pada kesimpulan bahwa PKB adalah partai dengan soliditas tinggi,” pungkas Gus Halim. Pernyataan ini menegaskan keyakinan akan kualitas kader PKB.
Partai ini juga dinilai benar-benar memperhitungkan kualitas, totalitas kinerja, dan komitmen jangka panjang. Dengan demikian, PKB siap menjadi kekuatan politik yang relevan dan mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan.
Selalu ikuti berita terbaru mengenai Info Kejadian Bandung serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari detik.com