Pemkot Bandung meningkatkan kewaspadaan di Bandung Utara dengan memasang sensor di Sungai Cikapundung untuk memantau kenaikan debit air.
Wali Kota Farhan menekankan pentingnya mitigasi bencana melalui teknologi, pemetaan risiko, dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) agar tanah labil tetap stabil. Langkah ini diharapkan mampu mencegah longsor dan banjir, melindungi warga.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya yang ada di bandung hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Bandung Utara Jadi Fokus Pemantauan Risiko Longsor
Mengantisipasi potensi bencana pergerakan tanah seperti yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan perhatian khusus pada kawasan Bandung Utara. Wilayah ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi, terutama saat curah hujan meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Farhan, kondisi geografis Bandung Utara yang didominasi perbukitan dan menjadi daerah hulu sejumlah sungai membuat kawasan tersebut perlu mendapatkan pengawasan ekstra. Pemerintah Kota Bandung tidak ingin kejadian bencana di wilayah sekitar terulang di dalam kota akibat kurangnya mitigasi dan kesiapsiagaan.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung mulai mengintensifkan langkah-langkah pencegahan dengan memadukan pendekatan teknologi, pemetaan risiko, serta perbaikan tata ruang. Upaya ini dilakukan agar potensi pergerakan tanah dapat terdeteksi lebih dini dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian besar.
Pantau Sungai Untuk Cegah Risiko Bencana
Salah satu langkah mitigasi yang saat ini dilakukan adalah pemantauan debit air Sungai Cikapundung. Farhan menyebut, sungai tersebut menjadi indikator penting dalam mendeteksi potensi pergerakan tanah, terutama di kawasan hulu yang berada di Bandung Utara.
“Kami berkoordinasi dengan banyak pihak dan akan menerapkan teknologi. Saat ini baru ada satu sensor di Sungai Cikapundung untuk mendeteksi kenaikan debit air,” kata Farhan saat ditemui di Alun-alun Ujungberung, Kota Bandung, Senin (26/1/2025).
Ke depan, Pemkot Bandung berencana menambah sensor serupa di sejumlah sungai lain yang berhulu di kawasan utara kota. Langkah ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini jika terjadi peningkatan debit air yang berpotensi memicu longsor atau pergerakan tanah di wilayah sekitarnya.
Baca Juga: Kehabisan Uang Picu Pria Berjaket Ojol Tembak Lansia di Bandung
Zona Rawan Bandung Utara dari Barat ke Timur
Farhan menjelaskan, wilayah yang perlu diantisipasi potensi pergerakan tanah membentang dari barat ke timur di kawasan Bandung Utara. Daerah tersebut meliputi kawasan Burangrang hingga Manglayang yang selama ini dikenal memiliki kontur tanah labil.
“Wilayah yang perlu diantisipasi mulai dari Burangrang hingga Manglayang, membentang di Bandung Utara dari barat ke timur,” jelas Farhan. Sungai-sungai yang mengalir di kawasan tersebut, seperti Sungai Cikapundung, Cidurian, dan sungai lainnya, akan menjadi fokus pemantauan pemerintah.
Curah hujan tinggi yang terjadi secara beruntun dinilai dapat mempercepat kejenuhan tanah. Jika tidak diimbangi dengan daya serap yang baik, kondisi ini berpotensi memicu pergerakan tanah dan longsor, terutama di kawasan yang telah mengalami perubahan fungsi lahan.
Penambahan RTH Jadi Solusi Jangka Panjang
Selain pendekatan teknologi, Pemkot Bandung juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Farhan menilai, kawasan Bandung Utara yang telah banyak terkonversi menjadi lahan perkebunan perlu dikembalikan fungsi alaminya sebagai daerah resapan air.
Pemkot Bandung menargetkan penambahan RTH hingga mencapai 30 persen dari total wilayah kota. Saat ini, proses penghitungan RTH sedang dilakukan oleh Dinas Cipta Bintar bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) ATR untuk memastikan data yang akurat.
Tak hanya mengandalkan anggaran daerah, Farhan juga membuka peluang keterlibatan perusahaan besar melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bahkan, opsi relokasi atau ruslah disebut tidak tertutup demi mengejar target RTH dan menjaga keselamatan warga Kota Bandung dari ancaman bencana pergerakan tanah.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari jabarprov.go.id