Suasana haru menyelimuti pelaksanaan shalat Id ketika Dedi Mulyadi secara terbuka mengakui masih adanya persoalan yang belum terselesaikan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menutup Idul Fitri 2026 dengan suasana haru di tengah shalat Id di Gedung Sate, Bandung. Berbeda dari tahun sebelumnya di Lapangan Gasibu, lokasi ini dipilih agar lebih khusyuk. Momentum ini dimanfaatkan untuk menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan pelayanan pemerintah.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Shalat Id di Halaman Gedung Sate Yang Penuh Khidmat
Pelaksanaan shalat Id di Gedung Sate berlangsung khidmat sejak pagi, dengan area Jalan Dalem Kaum hingga halaman gubernur dipenuhi jamaah yang tertib mengikuti barisan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan keamanan dan kenyamanan, mulai dari pengaturan jalan, tempat wudhu, hingga kehadiran tenaga kesehatan dan petugas keamanan.
Pemilihan Gedung Sate sebagai lokasi shalat Id juga menjadi simbol bahwa ruang publik di pusat pemerintahan tetap terbuka untuk umat menjalankan ibadah. Warga sekitar dan pengunjung dari luar Kota Bandung menyatakan terkesan, karena suasana shalat di tengah gedung bersejarah terasa lebih tenang dibanding di lapangan dengan lalu lintas menyeruak.
Sebelum shalat dimulai, jamaah sempat mendengar pengumuman dan tuntunan teknis pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan teratur dan tanpa kerumunan yang berlebihan. Getarkan takbir dan lantunan doa di tengah gedung megah menambah kesan sakral dan kebanggaan tersendiri bagi warga Jawa Barat yang hadir langsung.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Dedi Minta Maaf Atas Kekurangan Pelayanan Publik
Dalam sambutan menjelang shalat Id, Dedi Mulyadi terbuka mengakui bahwa selama setahun kepemimpinannya, masih banyak pelayanan publik yang belum memadai. Ia menyoroti pengelolaan anggaran yang belum sepenuhnya mampu menyentuh kebutuhan mendesak masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu juga menyentuh isu pendidikan dan kesehatan. Di mana beberapa anak masih belum menikmati layanan prima dan warga menghadapi kesulitan saat berurusan dengan BPJS Kesehatan. Menurutnya, banyak kasus warga yang sulit mendapat fasilitas kesehatan karena status kepesertaan BPJS tidak aktif atau terlambat ditangani.
Dedi menegaskan bahwa semua persoalan itu seharusnya tidak perlu terjadi jika pengelolaan keuangan pemerintah lebih fokus kepada kepentingan rakyat. Di tengah Idul Fitri, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh warga Jawa Barat, baik yang hadir di Gedung Sate maupun yang merayakan di rumah.
Baca Juga: Suasana Khidmat! Muhammadiyah Bandung Salat Id di Lapangan Lodaya
Komitmen Evaluasi Dan Perbaikan ke Depan
Usai menyampaikan permintaan maaf, Dedi menekankan bahwa momen Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri dan perbaikan. Ia berjanji akan terus memperbaiki pengelolaan anggaran, pelayanan kesehatan, dan akses pendidikan, sehingga tidak lagi banyak warga yang tersisih atau kesulitan mengakses fasilitas dasar.
Pemimpin asal Karawang ini juga mengajak aparatur daerah dan masyarakat untuk bersama‑sama melakukan introspeksi, bukan hanya dalam pemerintahan, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari‑hari. Dengan memperbaiki niat, sistem, dan cara kerja, menurutnya, Jawa Barat dapat mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata.
Dalam sambutannya, Dedi tidak lupa juga mengapresiasi ketertiban, keamanan, dan kerukunan yang ditunjukkan warga saat merayakan Lebaran. Ia berharap suasana damai dan semangat saling maaf ini dapat terus terjaga sebagai bekal menjalani kehidupan di tahun‑tahun mendatang.
Efek Emosional Dan Dukungan Warga
Pidato Dedi yang penuh kerendahan hati menimbulkan reaksi emosional di kalangan jamaah, banyak yang terlihat terharu dan tampak mengangguk‑angguk setuju. Setelah shalat selesai, suasana berubah hangat dengan jabat tangan, salam, dan pelukan antar jamaah. Sambil menyalami Gubernur dan Wakil Gubernur yang turut hadir.
Bagi sebagian warga, sikap Dedi yang jujur dan berani mengakui kekurangan di depan umum justru menambah kepercayaan kepada pemerintah daerah. Mereka melihat ini sebagai langkah awal menuju perbaikan, bukan sekadar retorika seremonial yang sering terjadi di hari raya.
Dengan memanfaatkan momen Idul Fitri untuk refleksi kepemimpinan dan permohonan maaf. Dedi Mulyadi menunjukkan bahwa spiritualitas dan tanggung jawab pemerintahan dapat berjalan seiring. Idul Fitri 2026 di Gedung Sate dikenang sebagai momen seorang gubernur memohon maaf kepada rakyatnya. Sambil meneguhkan janji memperbaiki pelayanan ke depan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
Gambar Kedua dari jabar.tribunnews.com