Di Bandung, tumpukan sampah menggunung setinggi lima meter di TPS Sukahaji, menimbulkan bau busuk mengganggu warga sekitar.
Kota Bandung kembali menghadapi pemandangan memprihatinkan di Jalan Babakan Ciparay, Sukahaji, Bojongloa Kaler. Gunungan sampah setinggi lima meter terbentuk di TPS Sukahaji, belakang Pasar Sukahaji. Tumpukan lebih dari 100 ton ini menimbulkan aroma busuk menyengat, mengganggu warga dan pengendara.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Gunung Sampah di Jantung Kota
Tumpukan sampah raksasa ini telah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Babakan Ciparay, Kelurahan Sukahaji. Ketinggiannya yang mencapai sekitar lima meter menciptakan pemandangan yang sangat tidak sedap dipandang mata. Lokasinya yang strategis di dekat TPS Sukahaji dan Pasar Sukahaji membuatnya menjadi perhatian banyak pihak.
Volume sampah yang menggunung ini ditaksir mencapai lebih dari 100 ton, menunjukkan skala permasalahan yang cukup besar. Angka ini mencerminkan akumulasi sampah yang signifikan selama beberapa waktu. Bau busuk menyengat yang keluar dari tumpukan ini menjadi keluhan utama warga sekitar.
Aroma tak sedap ini semakin parah saat angin berembus kencang, memaksa warga dan pengguna jalan untuk menutup hidung. Beberapa pengendara bahkan mempercepat laju kendaraan mereka demi segera menjauhi lokasi. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan masyarakat di area tersebut.
Kendala Pengangkutan Dan Dampak Lingkungan
Permasalahan tumpukan sampah ini diketahui telah berlangsung selama kurang lebih tiga minggu terakhir. Kendala utama terletak pada proses pengangkutan sampah yang tidak seimbang dengan volume sampah yang masuk. Akibatnya, sampah terus menumpuk tanpa terangkut secara optimal.
Menurut Yusuf, seorang petugas kebersihan di lokasi, minimnya armada pengangkut sampah menjadi penyebab utama masalah ini. Ia menjelaskan bahwa jumlah truk yang beroperasi tidak mencukupi untuk mengimbangi volume sampah harian. Hal ini mengakibatkan sisa sampah terus terakumulasi setiap hari.
Dalam sehari, volume sampah yang masuk ke TPS Sukahaji bisa mencapai 15 hingga 16 ton. Namun, hanya sekitar 10 ton yang berhasil diangkut. Selisih 5-6 ton setiap hari inilah yang menyebabkan tumpukan sampah terus bertambah. Kondisi ini sangat mengganggu, baik dari sisi kenyamanan maupun kesehatan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Terungkap! 16 Motor Diamankan Polisi Saat Hendak Balapan Liar di Flyover Pasupati
Harapan Petugas Dan Upaya Penanganan
Pada hari Senin (23/2/2026), truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terlihat di lokasi. Petugas berjibaku memindahkan sampah dari tumpukan besar ke bak truk. Namun, meskipun ada upaya pengangkutan, volume sampah yang tersisa masih terlihat menggunung, menandakan bahwa proses pembersihan belum tuntas.
Yusuf berharap proses pengangkutan sampah dapat kembali berjalan normal dan rutin. Ia menekankan pentingnya jadwal pengangkutan yang konsisten untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Keteraturan dalam pengelolaan sampah adalah kunci untuk menjaga kebersihan kota.
Meskipun pengangkutan kembali dilakukan, Yusuf memperkirakan proses pembersihan tidak akan tuntas sepenuhnya dalam satu hari. “Rencana diangkut hari ini tapi gak sampai habis katanya,” ujarnya. Ini menunjukkan bahwa penanganan tumpukan sampah sebesar ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang lebih intensif dari pihak terkait.
Penyebab Utama Dan Lokasi Penampungan
Yusuf menjelaskan bahwa TPS Sukahaji menampung sampah dari beberapa wilayah di Bojongloa Kaler dan Babakan Ciparay. Cakupan wilayah yang luas ini berkontribusi pada tingginya volume sampah yang masuk setiap harinya. Beban TPS menjadi sangat besar dengan suplai sampah dari berbagai sumber.
Selain itu, tidak sedikit warga yang melintas juga sengaja membuang sampah di TPS tersebut. Perilaku ini semakin memperparah kondisi tumpukan sampah. Edukasi dan penegakan aturan terkait pembuangan sampah perlu ditingkatkan untuk mencegah tindakan yang tidak bertanggung jawab ini.
Salah satu penyebab lain yang disebutkan Yusuf adalah kendala operasional seperti sopir truk sampah yang sakit. “Kemarin sopir (truk sampah) katanya sakit jadi nggak ada pengangkutan, makanya kaya gini,” katanya. Kendala teknis dan sumber daya manusia semacam ini perlu diantisipasi agar tidak mengganggu jadwal pengangkutan sampah secara keseluruhan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari pasjabar.com