Kondisi drainase buruk menyebabkan air meluap ke Jalan AH Nasution Bandung, mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga sekitar.
Kondisi Jalan Ahmad Yani Nasution di Bandung kembali menjadi sorotan karena air meluap saat hujan, Sabtu (11/4/2026). Drainase yang tidak mampu menampung air membuat jalan tergenang hingga ke trotoar dan halaman rumah warga. Warga pun menuntut perbaikan sistem drainase agar aktivitas tidak terganggu, terutama saat musim hujan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Fenomena Air Meluber di Jalan AH Nasution
Setiap hujan lebat, air dari drainase yang tidak berfungsi maksimal meluber ke badan jalan di Jalan AH Nasution. Genangan air bisa cukup tinggi, sehingga kendaraan roda dua dan empat harus melambat dan bahkan berhenti di tengah jalan. Kondisi ini sudah terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir, membuat warga sekitar merasa resah.
Air yang meluber juga menimbulkan risiko kecelakaan. Permukaan jalan yang licin dan sulit dilihat terutama saat malam hari memperbesar peluang pengendara terpeleset atau kehilangan kendali. Selain membahayakan, genangan air berulang membuat jalan cepat rusak, retak, dan bergelombang, sehingga masalah akan terus berulang jika tidak ada perbaikan drainase dan jalan secara bersamaan.
Selain itu, kondisi jalan yang kerap terendam membuat warga merasa jengkel dan tidak nyaman. Mereka mengeluhkan betapa rutinitas harian, seperti berangkat kerja dan sekolah, sering terhambat oleh genangan air yang tak kunjung surut. Warga berharap pemerintah segera merespons agar kawasan AH Nasution tidak lagi menjadi langganan banjir lokal setiap turun hujan.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Penyebab Drainase Buruk di Jalan Tersebut
Kapasitas saluran drainase di sekitar Jalan AH Nasution dinilai terlalu kecil untuk menampung volume air hujan saat turun deras. Akibatnya, air tidak tertampung dan langsung meluber ke badan jalan. Selain itu, saluran sering tersumbat oleh sampah organik dan nonorganik, sehingga aliran air menjadi sangat lambat dan bahkan berhenti total.
Konektivitas antar saluran juga menjadi masalah. Beberapa drainase di kawasan itu tidak terhubung dengan jaringan sungai atau penampungan air yang lebih besar, sehingga air terjebak di titik‑titik tertentu. Kombinasi kapasitas kurang, sumbatan, serta kurangnya perawatan rutin membuat sistem drainase sangat lemah dan mudah jebol saat hujan datang.
Pertumbuhan permukiman dan bangunan baru di sekitar Angkatan Laut Nasution juga mengurangi ruang resapan air. Semakin banyak lahan yang dibeton, semakin banyak air yang langsung mengalir ke jalan dan drainase yang sudah lemah. Warga meminta perencanaan tata ruang dan drainase baru agar pembangunan tidak menambah beban sistem yang sudah kewalahan.
Baca Juga: Hujan Lebat dan Angin Kencang Hantam Bandung, Pohon Tumbang dan Rumah Rusak Parah!
Dampak Genangan Air Terhadap Warga Sekitar
Genangan air di Jalan AH Nasution menyulitkan warga sekitar beraktivitas, terutama saat berangkat kerja, pulang, atau sekadar keluar rumah. Mereka harus menghadapi jalan licin, air berlumpur, dan bahkan kendaraan yang mogok di tengah genangan. Kondisi ini membuat banyak warga khawatir dan menuntut perbaikan segera.
Air yang meluber juga membawa sampah dan kotoran, sehingga menimbulkan bau dan aroma tidak sedap di sekitar jalan. Warga merasa udara menjadi tidak nyaman dan khawatir kondisi ini berpotensi memicu masalah kesehatan, terutama bagi anak‑anak dan lansia. Mereka berharap pemerintah tidak hanya mengatasi genangan, tetapi juga menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan.
Selain itu, air yang masuk ke halaman rumah membuat taman dan lantai menjadi basah dan berlumpur. Warga yang tinggal di sekitar jalan menyebut kerugian finansial akibat kerusakan tanaman, dinding, dan lantai. Mereka berharap perbaikan drainase dan jalan dapat mengurangi risiko air masuk ke rumah dan menimbulkan kerusakan di masa depan.
Langkah Perbaikan Yang Diperlukan
Pemerintah diminta memperbaiki kapasitas dan kondisi drainase di Jalan AH Nasution secepatnya. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperbesar saluran, membersihkan sumbatan, serta memastikan seluruh drainase tersambung ke sungai atau penampungan resmi. Perbaikan jalan yang rusak juga harus dilakukan bersamaan agar genangan tidak lagi menumpuk di permukaan.
Kebijakan pemeliharaan rutin harus diterapkan, seperti pengecekan dan pembersihan saluran secara berkala, terutama menjelang musim penghujan. Pemerintah juga perlu berkoordinasi dengan warga dan RT/RW untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah pembuangan sampah ke saluran air. Partisipasi warga bisa memperpanjang umur dan efektivitas sistem drainase.
Di sisi perencanaan, pemerintah diminta memperhatikan pertumbuhan bangunan di sekitar jalan dengan menambah ruang resapan, seperti taman, lubang resapan biopori, serta vegetasi penghijauan. Pendekatan ini akan mengurangi volume air yang langsung ke jalan dan drainase, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan. Jika semua langkah ini dijalankan, Jalan AH Nasution bisa menjadi contoh kawasan yang lebih siap menghadapi musim hujan.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
Gambar Pertama dari detik.com
Gambar Kedua dari detik.com