Bupati Bandung Dadang Supriatna mengandalkan Gerakan Tanami Halaman (Gertanam) untuk menjaga suplai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan melibatkan ribuan kader PKK dan memanfaatkan halaman rumah, Gertanam diharapkan mampu memperkuat produksi pangan lokal, menghindari kelangkaan bahan baku, serta menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Bandung. Program ini menjadi strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Gertanam Jadi Kunci Sukses Program MBG di Bandung
Bupati Bandung Dadang Supriatna menargetkan Gerakan Tanami Halaman (Gertanam) sebagai strategi utama Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menjamin ketersediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini diharapkan mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus menekan risiko inflasi akibat lonjakan permintaan bahan makanan.
Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,8 juta jiwa, Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah dengan penerima manfaat MBG terbesar di Indonesia. Total penerima MBG di wilayah ini tercatat mencapai 1.253.000 jiwa, sehingga kebutuhan pasokan pangan harus dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Dadang menilai, tanpa penguatan produksi pangan lokal, program MBG berpotensi menghadapi kendala serius. Mulai dari keterlambatan pasokan, kelangkaan bahan baku, hingga dampak lanjutan berupa kenaikan harga pangan di pasaran.
Kebutuhan Anggaran Besar, Produksi Lokal Jadi Kunci
Dalam penjelasannya, Dadang mengungkapkan bahwa anggaran MBG secara nasional mencapai Rp 5,4 triliun per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 3,7 triliun dialokasikan khusus untuk kebutuhan bahan baku pangan yang harus tersedia secara stabil.
“Supply bahan baku ini harus kita dorong bersama. Ada beberapa komoditas yang perlu diperkuat produksinya agar tidak terjadi keterlambatan, kekurangan, atau bahkan kelangkaan,” ujar Dadang saat berkunjung ke Kantor Kompas.com di Jakarta, awal Januari.
Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada pasokan dari luar daerah akan meningkatkan risiko inflasi. Oleh karena itu, Kabupaten Bandung perlu membangun sistem pangan mandiri berbasis rumah tangga dan komunitas lokal.
Baca Juga: Geger! Ratusan PKL di Bandung Terancam Gusur Demi Proyek BRT, Nasib Mereka di Ujung Tanduk!
Ribuan Kader PKK Digerakkan Lewat Gertanam
Sebagai langkah konkret, Gertanam resmi diluncurkan pada Desember 2025 dengan melibatkan sekitar 1.700 kader PKK di tahap awal. Program ini mendorong pemanfaatan halaman rumah untuk ditanami berbagai komoditas pangan strategis.
Dengan asumsi rata-rata pemanfaatan lahan seluas 5 x 10 meter per rumah, total lahan produktif yang dihasilkan mencapai sekitar 8,5 hektare. Dari luasan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 40 ton, dengan estimasi produksi sekitar lima ton per hektare.
“Itu baru dari 1.700 kader. Kalau seluruh Kabupaten Bandung, kader PKK ada sekitar 28.000 orang. Bisa dibayangkan berapa ratus hektare lahan produktif yang bisa dihasilkan,” kata Dadang optimistis.
Dorong Kemandirian Pangan dan Ekonomi Warga
Dadang menekankan bahwa manfaat Gertanam tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. Program ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
Hasil panen yang melebihi kebutuhan rumah tangga dapat disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Koperasi Kelurahan Merah Putih. Koperasi ini telah disiapkan sebagai jalur resmi suplai bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Kalau bahan baku langka, pasti berimbas ke inflasi. Gertanam ini salah satu ikhtiar agar suplai pangan tetap aman,” tutup Dadang. Ia berharap gerakan ini dapat menjadi model nasional dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus keberlanjutan program MBG.
Dapatkan update terbaru seputar peristiwa Bandung yang sedang viral, eksklusif yang hanya ada di Info Kejadian Bandung.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com